Show simple item record

dc.contributor.authorSilvi Eka Nuria
dc.date.accessioned2014-01-24T02:08:52Z
dc.date.available2014-01-24T02:08:52Z
dc.date.issued2014-01-24
dc.identifier.nimNIM080910201016
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/23101
dc.description.abstractJaminan Persalinan adalah pembiayaan pelayanan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB paska persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Sasaran program ini adalah ibu-ibu yang tidak memiliki jaminan kesehatan. Pada tahun 2011, jumlah masyarakat yang tidak memiliki jaminan kesehatan mencapai 54% ((meliputi Jamkesmas 29%, Jamkesda 3%, Askes 8%, Jamsostek 2% dan lain-lain 4%) atau sekitar 20.194.965 jiwa sedangkan 46% sudah memiliki jaminan kesehatan. Sesuai dengan tujuan jampersal untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) maka menentukan daerah yang memiliki AKI terbesar yaitu Puskesmas Kaliwates di Kabupaten Jember. tujuan penelitian yang sesuai dengan rumusan permasalahan yaitu mendiskripsikan pelaksanaan program jaminan persalinan tahun 2011 di Puskesmas Kaliwates khususnya didalam pengalokasian biaya, koordinasi antar pelaksana dan intensitas interaksi pelaksana program. Kemudian mendiskripsikan kendala yang terjadi di dalam pelaksanaan program jaminan persalinan khususnya didalam sosialisasi, pengalokasian biaya dan koordinasi antar pelaksana. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan formatif. Alasan peneliti menggunakan pendekatan formatif karena peneliti melihat seberapa jauh sebuah program diimplementasikan dan kondisikondisi yang bisa meningkatkan keberhasilan implementasi. Pendekatan formatif menggunakan 3 mode dalam mengevaluasi program yaitu sebagai berikut. (1) Sejauh mana sebuah program mencapai target populasi yang tepat. Hasil persentasi dari penelitian menerangkan bahwa pengguna jampersal sebesar 70,79% sedangkan yang tidak menggunakan jampersal yaitu sebesar 29,21%. Artinya ibu-ibu hamil yang sudah banyak yang ke tenaga kesehatan (nakes). (2) Apakah penyampaian pelayanannya konsisten dengan spesifikasi desain program atau tidak. Berdasarkan spesifikasi desain program maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan ANC (pemeriksaan kehamilan) sebesar 41,18%, persalinan normal 16,63%, PNC (pasca persalinan) 39,43% dan pra-rujukan 2,76%.. Misalnya dilihat bahwa rendahnya kesadaran masyarakat didalam pemeriksaan kehamilan karena belum mencapai 50% dari total pengguna jampersal. Berdasarkan hasil urian diatas maka didalam taget populasi sudah tepat tetapi setelah peneliti terjun ke lapangan, hasilnya masih ditemukan bahwa masyarakat yang belum sadar akan pemeriksaan kehamilan. Sehingga desain program elum konsisten. (3) Sumber daya apa yang dikeluarkan dalam melaksanakan program. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat sumber daya manusia dan sumber dana didalam program jampersal. Untuk hasil wawancara dari Bidan Eni, Bidan Tutik dan Bidan Farida dapat disimpulkan bahwa dalam pencairan dana jampersal terlalu lama karena sistem rapel (3 bulan sekali).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080910201016;
dc.subjectEvaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Persalinanen_US
dc.titleEvaluasi Pelaksanaan Program Jaminan Persalinan Tahun 2011 di Kabupaten Jember (Studi Kasus di Puskesmas Kaliwates)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record