Show simple item record

dc.contributor.authorEko Wahyudi
dc.date.accessioned2014-01-22T05:58:54Z
dc.date.available2014-01-22T05:58:54Z
dc.date.issued2014-01-22
dc.identifier.nimNIM060910301204
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/21048
dc.description.abstractTingginya potensi sumber daya alam terkait dengan banyaknya hasil perolehan tangkapan yang diperoleh perahu slerek di Dusun Kalimati dan intensitas kerja pandhega beserta pihak-pihak yang terlibat (kecuali pemilik dan penjual) ternyata tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraannya, hal ini bisa terlihat dari kemiskinan yang masih dialami oleh pandhega beserta pihak-pihak yang terlibat (kecuali pemilik dan penjual), berkaiatan dengan kemiskinan tentu berhubungan langsung dengan cara-cara bagi hasil yang dilakukan oleh nelayan perahu slerek di Dusun Kalimati, karena dari bagi hasil inilah nantinya nelayan akan memperoleh pendapatan. Adapun penerapan cara bagi hasil direalisasikan kepada dua hal yakni bagi hasil secara harian dan bagi hasil secara bulanan. Dalam Penerapan bagi hasil, porsi pendapatan disesuaikan dengan tanggung jawab yang diemban di dalam perahu slerek. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan cara bagi hasil yang dilakukan oleh nelayan perahu slerek dan menganalisis kemiskinan yang dialami oleh pandhega berdasar bagai hasil yang dilakukan Jenis penelitian ini adalah kualitatif fenomenologis. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan memilih 3 informan pokok dan 3 informan tambahan. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi wawancara mendalam (indept interview), observasi non patisipan, dan dokumentasi. Dalam menguji keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teori. Lokasi penelitian di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. viii Pembahasan dalam penelitian ini mencakup Proses bagi hasil di akhir periode kerja (pette’ngan) serta pendapatan pihak-pihak yang terlibat, proses bagi hasil selama periode kerja (teraan) serta pendapatan pihak-pihak yang terlibat, serta analisis temuan berkaitan dengan kemiskinan yang dialami oleh nelayan. Dalam pembahasan berdasar cakupan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut : pembagian bagi hasil ditekankan kepda dua hal,yakni harian dan bulanan. Harian mencakup bagi hasil dengan istilah uang makan, pakek laut, pacokan, bagi rosak, begi kancah kabbi, atasan dan bawahan. Sedangkan bagi hasil bulanan mencakup bagian (jika mengalami surplus pendapatan) dan bon-bonan (jika pendapatan minus). Kaitan dengan kemiskinan yang dialami oleh pandhega (kecuali juragan laut), pengawal, pengisi, pengurus, pemesinan, penguras lebih disebabkan oleh imbangan bagi hasil yang kurang sesuai dimana terjadi perbedaan yang tajam antara pemilik dan kelompok di atas, sehingga kemiskinan yang mereka alami akan menjadi kemiskinan struktural.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060910301204;
dc.subjectBAGI HASIL PERIKANAN PADA NELAYAN PERAHU SLEREKen_US
dc.titlePEMBAGIAN BAGI HASIL PERIKANAN PADA NELAYAN PERAHU SLEREK (Studi Kasus Pada Organisasi Penangkapan di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi) DIVIDED PROFIT SHARING OF FISHERY FROM SLEREK BOAT FISHERMAN (Case Study From To Catch Organization in Kalimati Hamlet, Kedungrejo Village, Muncar District, Banyuwangi)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record