Show simple item record

dc.contributor.authorMAULUDIN A, RHYS
dc.date.accessioned2014-01-21T06:47:12Z
dc.date.available2014-01-21T06:47:12Z
dc.date.issued2014-01-21
dc.identifier.nimNIM040210102073
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/19900
dc.description.abstractPenerapan Metode Simulasi dalam Pembelajaran Kalor di Kelas VII-B SMP Negeri 9 Jember Dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Semester Genap Tahun Ajaran 2008/2009; Rhys Mauludin A, 040210102073; 2009: 43 halaman; Jurusan Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Hasil observasi awal pada proses belajar mengajar fisika di kelas VII SMP Negeri 9 menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih tergolong rendah dan hanya mencapai 60%, hal ini tampak pada kelas VII-B. Adapun guru bidang studi fisika juga mengatakan bahwa beberapa aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar yang masih tergolong rendah adalah sebagai berikut: 1). banyaknya siswa yang tidak hadir 2). siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru saat proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, secara umum nilai ujian semester ganjil tahun pelejaran 2008/2009 yang rata-rata ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika hanya mencapai 50%. Salah satu metode yang relevan diterapkan dalam pembelajaran fisika adalah metode simulasi. Metode simulasi merupakan salah satu metode yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan keterampilan siswa (keterampilan mental dan fisik maupun teknis). Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian tentang pembelajaran, dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengkaji aktivitas belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran kelor dengan menggunakan motode simulasi di SMP Negeri 9 Jember; (2) mengkaji ketuntasan hasil belajar siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran kelor dengan menggunakan motode simulasi di SMP Negeri 9 Jember. Penelitian ini dilakukan di kelas VII-B SMP Negeri 9 Jember yang didasarkan pada permasalahan proses belajar mengajar yang terjadi, yaitu rendahnya aktivitas dan ketuntasan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah “penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)”. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan post-test. Analisis data menggunakan: (1) analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara kualitatif maupun kuantitatif data hasil penelitian; (2) prosentase aktivitas belajar untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa antara pembelajaran pada siklus I dan siklus II; (3) prosentase ketuntasan hasil belajar untuk mengetahui peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa antara pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara kualitatif maupun kuantitatif data hasil penelitian. Data hasil observasi yang memperlihatkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa sebelum dilaksanakan perlakuan hanya mencapai 60%, sedangkan aktivitas belajar siswa sesudah dilaksanakan perlakuan telah mengalami peningkatan yaitu ditunjukkan dengan besarnya prosentase secara klasikal aktivitas belajar siswa secara individu mencapai 73,41% dan aktivitas belajar siswa secara kelompok mencapai 66,56%. Pada siklus II aktivitas belajar telah mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan besarnya prosentase secara klasikal aktivitas belajar siswa secara individu meningkat menjadi 89,01% dan aktivitas belajar siswa secara kelompok meningkat menjadi 85,61%. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II secara keseluruhan dapat dikatakan telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum adanya perlakuan. Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa sebelum adanya perlakuan adalah sebesar 50%, pada pembelajaran siklus I sebesar 59,09% dan pada siklus II sebesar 88,64%. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar siswa pada siklus I dan siklus II secara keseluruhan dapat dikatakan telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelum adanya perlakuan. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) penerapan metode simulasi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan kalor kelas VII-B di SMP Negeri 9 Jember semester genap tahun ajaran 2008/2009; (2) penerapan metode simulasi dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika pada pokok bahasan kalor kelas VII-B di SMP Negeri 9 Jember semester genap tahun ajaran 2008/2009.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries040210102073;
dc.subjectMETODE SIMULASI, PEMBELAJARAN KALORen_US
dc.titlePENERAPAN METODE SIMULASI DALAM PEMBELAJARAN KALOR DI KELAS VII-B SMP NEGERI 9 JEMBER DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2008/2009en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record