Show simple item record

dc.contributor.authorUmar Rella, Reza
dc.date.accessioned2014-01-21T06:15:13Z
dc.date.available2014-01-21T06:15:13Z
dc.date.issued2014-01-21
dc.identifier.nimNIM062110101058
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/19838
dc.description.abstractHipertensi merupakan masalah yang besar dan serius di Indonesia, disamping karena prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat di masa yang akan datang, juga karena tingkat keganasannya yang tinggi berupa kecacatan permanen dan kematian mendadak. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan tahun 2008, tingkat prevalensi hipertensi di Tanah Air mencapai 31,7% dari total jumlah penduduk, dimana Jawa timur menempati posisi pertama untuk provinsi dengan prevalensi hipertensi tertinggi yaitu sebesar 37,4% (Depkes RI, 2009). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember pada tahun 2009, jumlah penderita hipertensi untuk wilayah Kabupaten Jember adalah 65.722 penderita (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2009). Data di Puskesmas Sumbersari pada tahun 2009 menunjukkan bahwa prevalensi penyakit hipertensi meningkat 13,5% dan menempati urutan ke-6 dalam 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Sumbersari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara sikap dan konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi di Balai Pengobatan Rawat Jalan Puskesmas Sumbersari Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol (case control/ retrospektif) yaitu dengan membandingkan dua kelompok yaitu kelompok terpapar (kelompok kasus) dengan kelompok tidak terpapar (kelompok kontrol). Populasi dalam penelitian ini ada dua yaitu populasi kasus dan populasi kontrol, yaitu pasien yang berobat di Balai Pengobatan Rawat Jalan Puskesmas Sumbersari. Pengambilan sampel menggunakan teknik systemic random sampling dengan perbandingan antara kelompok kasus dan kontrol dalam penelitian ini adalah 1:2, dengan besar sampel pada kelompok kasus adalah 40 responden, dan kelompok kontrol adalah 80 responden, sehingga total sampel dalam penelitian ini adalah 120 responden. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sumbersari yang dilaksanakan mulai Bulan Juni sampai September 2010. Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel bebas: sikap dan konsumsi makanan, dan variabel terikat: kejadian hipertensi. Data primer yang dikumpulkan adalah data mengenai karakteristik responden, sikap terhadap makanan, cara menurunkan berat badan, dan olahraga, tingkat dan pola konsumsi pencegah dan pemicu hipertensi, kebiasaan berolahraga, dan status tekanan darah responden dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder berasal dari laporan-laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dan Rekam Medik Puskesmas Sumbersari. Kuesioner telah dilakukan uji validitas menggunakan teknik korelasi point biseral, sedangkan pengujian reliabilitas kuesioner menggunakan rumus K-R 20 (Kuder-Richardson 20). ix Distribusi responden berdasarkan variabel penelitian diperoleh yaitu: usia 45- 49 tahun = 22,03%, jenis kelamin perempuan = 55,94%, tingkat pendidikan menengah = 54,24%, tidak bekerja = 36,44%, pendapatan keluarga ≥ Rp 830.000,- = 67,8%, tidak memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi = 50,85%. Secara keseluruhan sikap responden terhadap makanan, cara menurunkan berat badan, dan olahraga di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari paling banyak tergolong pada kategori sedang. Sebagian besar responden melakukan aktivitas olahraga ≥ 30 - 60 menit perhari dalam 3-5 kali per minggu dan status gizi sebagian besar responden berada pada kategori normal, serta tekanan darah responden berada pada kategori normal. Terdapat hubungan yang signifikan (nilai p (0,001) < α (0,05)) antara sikap responden terhadap makanan, cara menurunkan berat badan, dan olahraga dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari. Pola makanan pencegah hipertensi yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi diantaranya roti gandum, beras merah, tomat, sawi, brokoli, lobak, bayam, kurma, mangga, semangka, nanas, susu skim rendah lemak, keju mozzarella, keju rendah lemak, ikan air tawar, tongkol, ayam tanpa kulit, putih telur, biji bunga matahari (kwaci), dan kacang mede. Selain itu, pola makanan pemicu hipertensi yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi diantaranya otak, hati, paru-paru, usus, minyak kelapa, daging kambing, daging atau kulit ayam, telur bebek, keripik, korned, soft drink, dendeng, abon, ikan asin, telur asin, selai kacang, yogurt, tepung susu, keju, mentega, dan tape. Pada variabel tingkat konsumsi terdapat 3 (tiga) variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi yaitu: variabel lemak (p=0.000), natrium (p=0,010), serat (p=0.010), sedangkan variabel karbohidrat tidak berhubungan secara signifikan (nilai p (0.096) > α (0,05)) dengan kejadian hipertensi. Saran yang dapat diberikan bagi penderita agar melakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan menerapkan diit rendah natrium dan tinggi serat untuk menjaga tekanan darah sehingga tidak terjadi komplikasi. Upaya sosialisasi oleh Puskesmas kepada masyarakat, terkait dengan faktor-faktor risiko hipertensi hendaknya dilakukan secara terus-menerus. Penelitian lanjutan diharapkan dapat memisahkan antara asupan lemak jenuh dan tidak jenuh serta jenis garam yang dikonsumsi. Selain itu, diusahakan memperbesar sampel penelitian sehingga hasilnya lebih akuraten_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries062110101058;
dc.subjecthypertension, blood pressure, attitude, food consumption.en_US
dc.titleHUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN KONSUMSI MAKANAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI BALAI PENGOBATAN RAWAT JALAN PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBERen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record