Show simple item record

dc.contributor.authorMARYAM KARTIKA DEWI
dc.date.accessioned2014-01-21T02:08:18Z
dc.date.available2014-01-21T02:08:18Z
dc.date.issued2014-01-21
dc.identifier.nimNIM062210101030
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/19267
dc.description.abstractTuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman tuberculosis (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TB akan menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya seperti meninges, tulang, sendi, saluran urogenital, dan kulit. Di dalam jaringan tubuh kuman TB dapat bertahan lama yang selama beberapa tahun diistilahkan dengan dormant ( Anonim, 2001). Penularan TB paru terjadi karena kuman dibatukkan atau dibersinkan ke udara oleh penderita TB aktif menjadi droplet nuclei / partikel infeksi. Bila partikel infeksi tersebut terhisap oleh orang sehat, maka akan menempel pada jalan nafas paru-paru. Kurang lebih 30 % orang yang berinteraksi lama dengan penderita TB aktif juga akan terinfeksi TB. Perkembangan lebih lanjut dari kuman TB tergantung pada daya tahan tubuh host (Peloquin C.A., 2002). Penderita TB paru yang kebanyakan bergizi buruk membutuhkan makanan yang banyak mengandung protein untuk mempercepat perbaikan sel-sel yang rusak dan jaringan yang rusak karena TB. Bila kandungan protein kurang, albumin kurang, proses penyembuhan terhambat. Kaitan penyakit infeksi dengan keadaan gizi kurang merupakan hubungan timbal balik yaitu hubungan sebab akibat. Penyakit infeksi dapat memperburuk keadaan gizi, dan keadaan gizi yang jelek dapat mempermudah terkena infeksi. Penyakit yang umumnya terkait dengan masalah gizi antara lain tuberkolosis, diare, dan batuk rejan. (Supariasa dkk, 2001). Ekstrak ikan gabus mengandung albumin cukup tinggi yang sangat dibutuhkan tubuh, mengingat fungsi albumin adalah sebagai protein transport. Albumin berperan dalam mengangkut molekul-molekul kecil yang kurang larut air seperti asam lemak, mengikat obat-obatan, anion dan kation kecil serta unsur-unsur runutan. Dengan adanya albumin ini tentunya akan memperlancar distribusi zat-zat makanan di dalam tubuh sehingga metabolisme berjalan lancar dan pertumbuhan tidak terhambat hal ini ditandai dengan kenaikan berat badan dan peningkatan kadar albumin. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan memberikan intervensi: kapsul ekstrak ikan gabus (3 kali sehari dengan bobot serbuk tiap kapsul 0,47 gram) selama 10 hari pada kelompok perlakuan dan tanpa pemberian ekstrak ikan gabus pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan SPSS, uji yang digunakan merupakan uji hipotesis komparatif variabel numerik dua kelompok yang meliputi uji t berpasangan untuk kenaikan berat badan dan kadar albumin kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak ikan gabus dan uji t tidak berpasangan untuk kenaikan berat badan dan kadar albumin pasien antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Sebelum dilakukan uji hipotesis terlebih dahulu dilakukan tes normalitas (sebaran data) dengan Shapiro-Wilk karena jumlah sampel < 50. Pada uji t berpasangan, jika memenuhi syarat (sebaran data normal) maka dipilih uji t berpasangan dan jika tidak memenuhi syarat (sebaran data tidak normal) maka dipilih uji Wilcoxon. Sedangkan pada uji t tidak berpasangan, jika memenuhi syarat (sebaran data normal) maka dipilih uji t tidak berpasangan dan jika tidak memenuhi syarat (sebaran data tidak normal) maka dipilih uji Mann-Whitney. Data yang diperoleh kemudian dianalis menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa hasil uji t berpasangan untuk kenaikan berat badan dan kadar albumin kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak ikan gabus diperoleh nilai significancy 0,001 dan 0,002 (p < 0,05), hal ini berarti terdapat perbedaan kenaikan berat badan dan kadar albumin yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian ekstrak ikan gabus pada kelompok perlakuan. Sedangkan untuk kenaikan berat badan dan kadar albumin pasien antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan uji Mann-Whitney, diperoleh nilai significancy 0,003 dan 0,028 karena nilai p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kenaikan berat badan dan kadar albumin kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries062210101030;
dc.subjectTuberkulosisen_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK IKAN GABUS TERHADAP KENAIKAN KADAR ALBUMIN DALAM DARAH DAN BERAT BADAN PASIEN RAWAT JALAN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT PARU JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record