Show simple item record

dc.contributor.authorAri Pontianingsih
dc.date.accessioned2014-01-19T01:49:33Z
dc.date.available2014-01-19T01:49:33Z
dc.date.issued2014-01-19
dc.identifier.nimNIM060810101324
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/17187
dc.description.abstractEfisiensi perbankan di Indonesia dilakukan karena beberapa alasan, antara lain tuntutan perbankan internasional dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan yang lebih optimal. Data Bank Indonesia menunjukkan margin bunga bersih perbankan nasional Februari 2010 sebesar 5% sampai 6%, lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara dan regional Asia, yang hanya 3% sampai 4%. Tingginya margin bunga bersih tersebut membuat bunga kredit menjadi tinggi, sehingga hal itu pun menjadi alasan efisiensi perbankan di Indonesia harus dilakukan. Penyebab lainnya adalah tuntutan Bank Indonesia sebagai bank sentral dalam menilai kinerja efisiensi perbankan di Indonesia. Bank Indonesia menilai bahwa perbankan di Indonesia umumnya memiliki tingkat efisiensi yang relatif rendah. Sebuah bank dikatakan efisien jika cost to income ratio (CIR) berada di kisaran 50% sampai 60%, dan rasio biaya operasional dan pendapatan operasional (BOPO) berada di kisaran 70% sampai 80%, sehingga jika dilihat dari kedua patokan tersebut secara umum tingkat efisiensi perbankan nasional masih rendah. Namun, tidak sedikit pula perbankan di Indonesia menjalankan usahanya dengan lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai efisiensi dan target penurunan input serta peningkatan output bank umum pemerintah dan swasta nasional devisa di Indonesia periode 2004.1-2008.12 dengan metode data envelopment analysis (first stage). Spesifikasi model yang digunakan adalah output oriented dengan asumsi variable returns to scale. Pendekatan yang digunakan untuk memilih input dan output adalah intermediation approach yang merupakan fungsi utama perbankan. Variabel input penelitian ini terdiri atas beban personalia, beban bunga, dan beban operasional lainnya, sedangkan variabel output terdiri atas pendapatan bunga, pendapatan operasional lainnya, dan kredit yang disalurkan bank. Objek penelitian ini adalah bank umum pemerintah, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI), serta bank umum swasta nasional devisa, yaitu Bank Central Asia (BCA), Bank Danamon Indonesia, dan Bank Internasional Indonesia (BII). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai efisiensi relatif bank umum pemerintah di Indonesia periode 2004.1-2008.12 sebesar 99,22%, lebih tinggi dibandingkan dengan bank umum swasta nasional devisa yaitu 96,70%. Penyebab inefisiensi disebabkan kurang maksimalnya output yang dihasilkan baik pada bank umum pemerintah maupun swasta nasional devisa. Target penurunan input bank umum pemerintah di Indonesia periode 2004.1-2008.12 rata-rata sebesar 0,99%, sedangkan target peningkatan output rata-rata sebesar 7,12%, lebih rendah dibandingkan target penurunan input bank umum swasta nasional devisa yaitu ratarata sebesar 1,30%, sedangkan target peningkatan output rata-rata sebesar 9,86%.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060810101324;
dc.subjectEFISIENSI BANKen_US
dc.titleANALISIS EFISIENSI BANK UMUM PEMERINTAH DAN SWASTA NASIONAL DEVISA DI INDONESIA PERIODE 2004.1-2008.12en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record