Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Kemandirian Keuangan Daerah pada Kabupaten/kota Se-jawa Timur Tahun 2014-2023
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Abstract
Pelaksanaan otonomi daerah (OTODA) menuntut setiap Pemerintah Daerah
(Pemda) memiliki Kemandirian Keuangan Daerah (KKD) yang tinggi. KKD
merupakan indikator krusial yang mencerminkan kemampuan Pemda untuk
membiayai belanja operasional dan pembangunan daerahnya dari Pendapatan Asli
Daerah (PAD) tanpa ketergantungan berlebihan pada Transfer ke Daerah (TKD) dari
Pemerintah Pusat, seperti Dana Alokasi Umum (DAU). Meskipun secara teoretis PAD
selalu diyakini sebagai pendorong utama kemandirian dan DAU bertindak sebagai
penyeimbang fiskal antar daerah, studi-studi empiris sebelumnya menghasilkan
temuan yang inkonsisten, menciptakan research gap yang memerlukan pembuktian
lebih lanjut di konteks spesifik.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan fiskal yang tajam di
Provinsi Jawa Timur, di mana data tahun 2014-2023 menunjukkan bahwa hampir
semua (94,7%) Kabupaten/Kota masih berada pada kategori ketergantungan tinggi
(rasio KKD 0-50%), sementara hanya segelintir Kabupaten/Kota yang mampu
mencapai KKD kategori sedang-tinggi. Oleh karena itu, tujuan utama penelitian ini
adalah menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh PAD dan DAU
terhadap KKD, baik secara parsial maupun simultan, pada seluruh Kabupaten/Kota seJawa Timur selama periode 2014 hingga 2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif. Variabel dependen adalah KKD, sementara variabel independennya adalah
PAD dan DAU. Populasi yang digunakan mencakup seluruh 38 Kabupaten/Kota di
Jawa Timur, dan sampel penelitian diambil menggunakan metode sampling jenuh
selama sepuluh tahun, menghasilkan total 294 data observasi setelah proses outlier
dieliminasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berjenis time series yang
bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Teknik analisis data yang
diterapkan adalah Analisis Regresi Linear Berganda yang diolah menggunakan
perangkat lunak SPSS. Sebelum pengujian hipotesis, model regresi telah dinyatakan
lolos dari seluruh uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas,
dan autokorelasi), menegaskan bahwa model tersebut layak digunakan.
Hasil pengujian statistik menunjukkan temuan yang kuat dan signifikan. Secara
simultan (Uji F), PAD dan DAU bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
Kemandirian Keuangan Daerah. Nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,904
(90,4%) menegaskan bahwa variasi KKD dapat dijelaskan secara sangat dominan oleh
kedua variabel ini. Secara parsial (Uji t), hasil penelitian menunjukkan:
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbukti berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Temuan ini sejalan dengan teori, di
mana peningkatan dan optimalisasi PAD (melalui pajak daerah, retribusi, dan
hasil pengelolaan kekayaan daerah) secara langsung meningkatkan kapasitas
fiskal daerah untuk mendanai diri sendiri.2. Dana Alokasi Umum (DAU) terbukti berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Hasil ini mengindikasikan bahwa
semakin besar porsi DAU yang diterima, semakin tinggi pula derajat
ketergantungan Pemda terhadap TKD, yang secara rasio akan menekan angka
KKD. Meskipun DAU berfungsi sebagai dana penyeimbang, peningkatan
alokasinya justru menegaskan status daerah sebagai penerima transfer yang
terindikasi kurang mandiri.
Description
Reupload File Repositori 4 Februari 2026_Rudy K/Lia
