Show simple item record

dc.contributor.authorHUMAIZAH, Nada
dc.date.accessioned2023-10-23T03:41:13Z
dc.date.available2023-10-23T03:41:13Z
dc.date.issued2023-09-21
dc.identifier.nim181510501094en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/118386
dc.description.abstractTomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Salah satu varietas yang banyak dibudidayakan adalah varietas rempai. Kendala yang dihadapi dalam pemuliaan tanaman tomat melalui kultur jaringan adalah dibutuhkannya faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan eksplan tanaman tomat. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur in vitro yakni penggunaan media, nutrisi, jenis eksplan, dan zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh yang biasa digunakan dari golongan sitokinin adalah 6-benzil aminopurine atau (BAP) dan golongan auksin adalah 2,4-D (2,4-dichlorophenoyacetic). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi optimal dari pemberian BAP dan 2,4-D terhadap induksi kalus serta mengetahui konsentrasi terbaik hormon BAP terhadap regenerasi eksplan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus di Laboratorium Ekofisiologi dan Kultur Jaringan Tanaman Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor pertama berupa konsentrasi BAP (0 ppm, 0.5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppm) dan faktor kedua berupa konsentrasi 2,4-D (0 ppm, 2 ppm, 4 ppm, dan dan 6 ppm) dengan jenis eksplan hipokotil, kotiledon, dan akar sehingga didapatkan 16 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Selanjutnya eksplan dipindahkan ke media pertunasan dengan kombinasi hormon BAP 3 taraf (1,5 ppm, 2 ppm, 2,5 ppm). Analisis data menggunakan ANOVA dan apabila ditemukan hasil yang berbeda nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pengatur tumbuh BAP dan 2,4-D berpengaruh terhadap induksi kalus tanaman tomat. Perlakuan terbaik induksi kalus yaitu B4D1 (BAP 1,5 ppm dan 2,4-D 0 ppm) dengan eksplan hipokotil dengan rentang waktu 5,33 HST. Kalus yang muncul berwarna putih, putih kecoklatan, hingga coklat, sedangkan tekstur yang dihasilkan pada seluruh eksplan adalah remah. Perlakuan yang terbaik dalam kedinian muncul tunas dimana yaitu B1 (BAP 1,5 ppm) dengan rentang waktu 5,3 HST. Sedangkan jumlah tunas dan persentase tunas tertinggi ditemui pada perlakuan BAP 2,5 ppm dengan jumlah tunas 3 dan persentase 33,3%.en_US
dc.publisherPertanianen_US
dc.subjectTomaten_US
dc.subjectKalusen_US
dc.subjectBAPen_US
dc.subject2,4-Den_US
dc.titleInduksi Kalus Dan Regenerasi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculantum Mill.) Varietas Rempai Dengan Kombinasi Hormon 2,4-D dan Bap Secara In Vitroen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiAgroteknologien_US
dc.identifier.pembimbing1Prof. Dr. Ir. Sholeh Avivi, M.Sien_US
dc.identifier.validatorTeddyen_US
dc.identifier.finalizationTeddyen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record