Show simple item record

dc.contributor.authorNorma Asiyah
dc.date.accessioned2013-12-20T06:57:16Z
dc.date.available2013-12-20T06:57:16Z
dc.date.issued2013-12-20
dc.identifier.nimNIM080210102014
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/11269
dc.description.abstractisika terdiri atas teori dan konsep yang harus dibangun dalam benak siswa. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya, guru fisika harus kreatif dan inovatif untuk menciptakan pembelajaran efektif yang berpusat pada siswa. Namun pada kenyataannya kegiatan belajar mengajar masih berpusat kepada guru dan kurang efektif sehingga mengakibatkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Hasil observasi awal yang dilakukan pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Jember, ditemukan aktivitas belajar siswa rendah dengan presentase aktivitas belajar siswa secara klasikal sebesar 35,775 %. Hasil belajar siswa juga rendah, berdasarkan data hasil ujian akhir semester kelas VIII F dideskripsikan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh nilai di atas skor minimal ketuntasan sedangkan yang memperoleh nilai di bawah skor minimal ketuntasan 75 berjumlah 34 orang. Untuk mengatasi permasalahan diatas, maka diperlukan perbaikan dalam pembelajaran fisika. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembelajaran fisika adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar dan ketuntasan hasil belajar belajar fisika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Jember dengan jumlah siswa 36 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah siklus hopkins. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I dilaksanakan dengan menggunakan model STAD disertai media animasi 3D dan siklus II dilaksanakan dengan model STAD disertai media animasi 3D yang telah disempurnakan sesuai refleksi siklus I. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Data yang didapatkan adalah aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil belajar pada siklus I dan siklus II serta hasil wawancara dengan guru bidang studi dan siswa. Hasil analisis aktivitas belajar menunjukkan persentase aktivitas belajar siswa pada pra siklus secara klasikal sebesar 40,505%. Aktivitas belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan, pada siklus I aktivitas siswa secara klasikal meningkat menjadi 63,72 % termasuk dalam kriteria sedang. Pada siklus II presentase aktivitas belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan menjadi 76,55 %, termasuk dalam kriteria aktif. Berdasarkan analisis hasil belajar siklus I diperoleh presentase hasil belajar secara klasikal sebesar 44% dari total siswa 36 orang. Sedangkan analisis hasil belajar pada siklus II diperoleh ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 75 %, siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 27 siswa dan yang tidak tuntas secara individu sebanyak 9 siswa. Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar dan ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas VIII F SMP Negeri 4 Jember menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STADen_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080210102014;
dc.subjectAktivitas, Hasil Belajar Fisika, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Media Animasi 3Den_US
dc.titlePENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TEAM ACHIEVEMENT DIVISION SMP NEGERI 4 JEMBERen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record