Show simple item record

dc.contributor.authorOCTAVIA, Siti Nur
dc.date.accessioned2022-11-02T02:23:20Z
dc.date.available2022-11-02T02:23:20Z
dc.date.issued2022-06
dc.identifier.nim152110101241en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/110506
dc.descriptionFinalisasi oleh Taufik Tgl 2 Nopember 2022en_US
dc.description.abstractDemam Berdarah Dengue (DBD) selalu terjadi setiap tahunnya bahkan dapat menjadi Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah . Menurut WHO, sebesar 75% kejadian DBD terjadi di Asia Pasifik mulai tahun 2004 hingga 2010. Jawa Timur adalah provinsi ketiga dengan Kota Probolinggo sebagai kota keenam di Provinsi Jawa Timur dengan kasus DBD tertinggi yaitu sebanyak 124 kasus dan 3 orang meninggal di tahun 2017. Peningkatan kasus DBD di Kota Probolinggo berdasarkan data kejadian DBD Kota Probolinggo tahun 2019 banyak terjadi pada anak-anak usia Sekolah, berdasar data kejadian berdasar umur tahun 2019 hingga Bulan Februari terdapat 31 kasus pada anak usia Sekolah Dasar dan 14 kasus pada anak dibawah usia Sekolah Dasar Dari Total 76 Kasus. Anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di sekolah dapat tertular virus dengue. Sekolah yang memiliki banyak tempat perindukan bagi nyamuk dapat menjadi salah satu faktor penularan virus dengue. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Penelitian ini dilakukan di 33 sekolah dasar di dua kecamatan dengan 17 Sekolah Dasar di Kecamatan Kademangan dan 16 Sekolah Dasar di Kecamatan Kanigaran dengan menggunakan metode observasi. Observasi dilakukan di toilet dan halaman sekolah dengan memperhatikan keberadaan jentik di tempat yang bisa menjadi tempat perindukan atau kontainer, kebersihan toilet dan penyediaan air bersih. Kontainer yang diperiksa di toilet adalah bak penampungan air, sedangkan di halaman adalah wadah bekas. Hasil observasi menunjukkan ada 68 bak penampungan air yang positif jentik pada 173 bak penampungan air di indoor. Terdapat 24 wadah bekas yang positif jentik di Outdoor. Kontainer yang diperiksa ada 207 kontainer dengan 92 kontainer yang positif jentik atau sekitar 44,44%. Angka Countainer Index (CI) dari 17 sekolah dasar di Kecamatan Kademangan sebesar 43,42% yang menunjukkan angka kepadatan jentik tinggi. Kecamatan Kanigaran memiliki angka Countainer Index (CI) sebesar 48,36% dari 16 sekolah dasar yang artinya angka kepadatan jentiknya juga tinggi. Kondisi toilet yang diperiksa mencakup kebersihan toilet, lantai toilet dan keberadaan ventilasi. Pemeriksaan dari 170 toilet yang diobservasi, terdapat 165 toilet yang memilikin kondisi baik dan 5 toilet yang memiliki kondisi cukup. Kondisi baik disini maksudnya adalah toilet bersih, lantai tidak menimbulkan genangan air dan memiliki ventilasi 10% dari luas lantai toilet. Penyediaan air bersih pada 33 sekolah yang ada menunjukkan bahwa semua kondisi fisik air dan bangunan fisik airnya sudah terpenuhi. Kondisi toilet yang baik dan Breeding place memiliki pengaruh terhadap keberadaan jentik Nyamuk di Sekolah Dasar Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Kondisi toilet yang cukup menunjukkan bahwa semua bak penampungan yang ada positif jentik. Bak penampungan air ditoilet sangat disukai Nyamuk Aedes dan Culex untuk meletakkan telurnya, hal ini disebabkan karena air yang terus dibiarkan di dalam bak penampungan air tanpa dikuras, menyebabkan telur menetas dengan baik. Wadah bekas tanpa tutup di halaman menjadi salah satu tempat perindukan Nyamuk karena dapat menampung air hujan. Penyediaan air bersih tidak berpengaruh karena disetiap kontainer yang positif jentik maupun tidak, syarat fisik airnya sudah terpenuhi. Saran yang dapat diberikan untuk pihak sekolah adalah melakukan penjadwalan untuk menguras bak penampungan air yang ada di lingkungan sekolah dasar bagi penjaga sekolah, mengajak siswa untuk melakukan pencegahan dengan menutup wadah bekas yang bisa menapung air, pihak sekolah hendaknya secara rutin memberi bubuk abate dalam bak penampungan air di dalam toilet. Saran untuk masyarakat adalah menggunakan reppelent saat akan menuju sekolah baik guru maupun siswa, menggunakan pakaian lengan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk.menerapkan kader jumantik bagi lingkungan sekitar sekolah untuk memantau perkembangbiakan nyamuk.en_US
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Rahayu Sri Pujiati, S.KM., M.Kes. Dosen Pembimbing Anggota : Ellyke, S.KM., M.KL.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakaten_US
dc.subjectFAKTOR SANITASIen_US
dc.subjectKEBERADAAN JENTIK NYAMUKen_US
dc.subjectSEKOLAH DASARen_US
dc.titleFaktor Sanitasi dengan Keberadaan Jentik Nyamuk di Sekolah Dasar Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Kademangan Kota Probolinggoen_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiKesehatan Masyarakaten_US
dc.identifier.pembimbing1Rahayu Sri Pujiati, S.KM., M.Kes.en_US
dc.identifier.pembimbing2Ellyke, S.KM., M.KL.en_US
dc.identifier.validatorKacung-19 Oktober 2022en_US
dc.identifier.finalizationTaufiken_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record