Show simple item record

dc.contributor.advisorLESTARI, Endah Kurnia
dc.contributor.advisorSUBAGIARTA, I Wayan
dc.contributor.authorAKBAR, Mohammad Fadilah
dc.date.accessioned2021-04-21T02:12:50Z
dc.date.available2021-04-21T02:12:50Z
dc.date.issued2021-02-04
dc.identifier.nimNIM160810101180
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/104277
dc.description.abstractKemajuan pembangunan ekonomi adalah suatu siklus multidimensi yang mencakup sebagian besar perubahan sentral dalam struktur sosial, perspektif masyarakat, dan publik yang mengarah pada percepatan pembangunan, berkurangnya disparitas, dan berkurangnya kebutuhan. (Todaro danSmith, 2006). Dimana dalam pembangunan ekonomi menjadikan suatu indikasi atau faktor penentu bahwa perkembangan perekonomian di suatu wilayah atau daerah mengalami perkembangan secara terus–menerus demi mewujudkan suatu perubahan perekonomian yang ada pada masa yang akan datang. Serta pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada di wilayah tersebut dan membentuk suatu pola kerjasama antara pemerintah daerah dengan sector-sektor yang lain untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Konsep pada suatu konvergensi sendiri dalam perekonomian setidaknya mencakup dua aspek yaitu konvergensi pendapatan dan konvergensi dalam siklus bisnis. Kedua konsep tersebut secara teoritis dan empiris memiliki perbedaan. Terjadinya konvergensi pendapatan antar wilayah atau negara belum tentu menjamin adanya konvergensi siklus ekonomi dalam waktu yang sama, demikian sebaliknya. Salah satu pengujian secara empirik diperlukan untuk mengetahui apakah beberapa wilayah atau negara memiliki karakteristik konvergensi pendapatan dan siklus bisnis pada perekonmian di wilayahnya. Secara teori dengan adanya suatu interaksi ekonomi yang mengarah pada kesenjangan antar wilayah atau negara akan mengarahkan pada kondisi yang konvergensi (Viner, 1950). Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kesejahteraan penduduk antardaerah walaupn tidak sepenuhnya dapat mengambarkan kesejahteraan rakyat karena daerah yang PDRB besar namun sebagian besar masyarakat masih dalam kondisi tidak berdaya. Wilayah kaya aset dapat menghasilkan PDRB yang lebih penting. Provinsi Jawa Timur merupakan suatu provinsi dengan PDRB dengan tingkat pendapatan yang besar, namun didalam itu semua ada beberapa kabupaten di daerah Jawa Timur yang memiliki PDRB rendah atau terdapat beberapa wilayah di Jawa Timur yang masih tertinggal. Wilayah Karesidenan Besuki merupakan suatu wilayah yang terdapat diJawa Timur bagian timur pulau Jawa. Wilayah Karisidenan Besuki ini terdiri dari empat kabupaten diantaranya Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso. Dimana dalam wilayah Eks Karisidenan Besuki ini terdapat dua wilayah yang tertinggal diantaranya wilayah tertinggal yaitu Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso. Dalam pemilihan fokus penelitian ini dikarenakan adanya status daereh tertinggal khususnya pada dua kebupaten di wilayah karisidenan besuki seperti tertuang dan juga ditetapkan sebagai daerah tertinggal sesuai dengan Perpres 131 tahun 2015, tentang penetapan daerah tertinggal Tahun 2015-2019, Perpres tersebut menyebut kriteria daerah tertinggal berdasarkan perekonomian masyarakat, sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah. Namun pada akhir tahun 2019 Presiden Jokowi melepas status daerah tertinggal khususnya untuk 2 wilayah di besuki yaitu situbondo dan juga bondowoso yang tertuang dalam Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi nomer 79 tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019. Maka dari itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat dan membandingkan pertumbuhan perekonomian pada dua wilayah tersebut apakah terjadi suatu peningkatan pertumbuhan ekonomi secara signifikan cepat atau melambat untuk menyusul daerah yang telah maju khususnya di wiliyaha karisidenan besuki yaitu Jember dan Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah terjadi konvergensi pertumbuhan ekonomi diwilayah karisidenan besuki tahun 2011-2019 dan mengukur seberapa lama waktu yang ditubuhkan untuk mencapai pada tingkat konvergen yang dianalisa melalui variabel PDRB riil, tenaga kerja, dan juga investasi. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis konvergensi dan regresi data panel untuk mencari hasil dari penelitian ini. Hasil dari pada penelitian ini bahwasannya pada wilayah karisidenan besuki pada tahun 2011-2019 tidak mengalami konvergensi baik konvergensi absolut maupun konvergensi kondisional.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnisen_US
dc.subjectPertumbuhan Ekonomien_US
dc.subjectTenaga Kerjaen_US
dc.subjectInvestasien_US
dc.subjectKonvergensien_US
dc.titleAnalisis Konvergensi Pertumbuhan Ekonomi Di Wilayah Karisidenan Besuki Tahun 2011- 2019en_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiEkonomi Pembangunan
dc.identifier.kodeprodi0810101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record