Show simple item record

dc.contributor.advisorAdnan, Fahrobby
dc.contributor.advisorDharmawan, Tio
dc.contributor.authorPANGESTU, Moch Regy
dc.date.accessioned2021-04-20T03:23:12Z
dc.date.available2021-04-20T03:23:12Z
dc.date.issued2020-06-27
dc.identifier.nim162410101045
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/104250
dc.description.abstractDisleksia merupakan kesulitan belajar membaca yang tidak ada hubungannya dengan Intelligence Quotient (IQ), penderita disleksia memiliki IQ yang normal bahkan diatas rata-rata. Disleksia lebih disebabkan oleh gangguan pada asosiasi daya ingat yang berarti minimnya kemampuan seseorang untuk memanggil kembali informasi yang telah dipelajari dan disimpan dalam otak. Akan tetapi karena kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar bagi kemampuan berbahasa lainnya maka dapat dimengerti jika banyak yang mendefinisikan bahwa disleksia merupakan gangguan membaca dan juga menulis (Nofitasari, Ernawati, & Warsiyanti, 2015). Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa ternyata anak penderita disleksia juga memiliki potensi kecerdasan yang sama dengan anak lainnya, hanya saja anak-anak disleksia memiliki gangguan dari daya ingatnya. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat diberikan untuk anak penderita disleksia salah satunya adalah metode pembelajaran dengan menggunakan metode multisensori. Nurdayati Praptiningrum dan Purwandari pada penelitiannya tahun 2009 mengatakan bahwa, metode multisensori dapat diberikan untuk melatih kemampuan membaca anak disleksia. Metode multisensori melibatkan seluruh jenis sensori seperti melibatkan fungsi perabaan, visual, auditori dan pengucapan (Praptiningrum & Purwandari, 2009). Dengan adanya perkembangan teknologi, jenis pengobatan dan terapi bisa dilakukan dengan menggunakan sebuah aplikasi. Salah satu penggunaan teknologi dalam bidang kesehatan adalah adanya aplikasi yang dapat membantu anak–anak disleksia melalui metode multisensori. Aplikasi tersebut dapat ditemukan di Perpustakaan balai kota Surabaya, yaitu Lexipal. Lexipal adalah aplikasi berbasis desktop yang ada di Dyslexia Corner, Perpustakaan Balai Kota Surabaya. Penggunadari aplikasi ini rata – rata adalah anak – anak yang usianya di bawah 12 tahun dan ingin belajar melatih sensor motorik mereka. Sayangnya Lexipal merupakan aplikasi berbasis desktop yang hanya bisa diakses melalui 1 perangkat dan hanya ada di Dyslexia Corner Surabaya. Berdasarkan uraian tersebut peneliti akan melakukan perancangan UI berbasis mobile pada aplikasi pembelajaran untuk melatih sensor motorik bagi penderita disleksia. Metode yang dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode UCD (User Centered Design), metode ini dipilih karena penelitian ini berfokus pada karakteristik pengguna yang membutuhkan perhatian khusus dalam menggali kebutuhan untuk merancang sebuah UI. Pada penelitian ini pengguna juga dilibatkan dalam tahapan penelitian dari analisis kebutuhan hingga fase testing, penelitian ini merancang sebuah UI dalam bentuk High-fidelity hingga fase prototyping dengan mengadaptasi metode pembelajaran melalui sensor motorik dengan subtansi materi yang akan digunakan meliputi pengenalan huruf, angka, dan juga bentuk geometri. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menciptakan UI yang sesuai dengan kebutuhan penderita disleksia yang mudah dan nyaman digunakanen_US
dc.language.isoInden_US
dc.publisherFAKULTAS ILMU KOMPUTERen_US
dc.subjectUSER INTERFACEen_US
dc.subjectUser Centered Design (UCD)en_US
dc.subjectPENDERITA DISLEKSIAen_US
dc.titlePerancangan User Interface Untuk Aplikasi Pembelajaran Berbasis Mobile Bagi Penderita Disleksia Menggunakan Metode User Centered Designen_US
dc.typeThesisen_US
dc.identifier.prodiSISTEM INFORMASI
dc.identifier.kodeprodi2410101


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record