Show simple item record

dc.contributor.advisorHARTANTI, Ragil Ismi
dc.contributor.advisorNAFIKADINI, Iken
dc.contributor.authorTYAS, Yuyun Wahyuning
dc.date.accessioned2021-01-06T05:24:14Z
dc.date.available2021-01-06T05:24:14Z
dc.date.issued2019-07
dc.identifier.nim152110101051
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/102993
dc.description.abstractPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada Dipo Lokomotif Jember dan Banyuwangi dengan jumlah populasi sebesar 28 pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian dengan total sampel sehingga seluruh pegawai menjadi responden penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, observasi, dan pengukuran. Data kemudian akan diolah secara deskriptif dalam bentuk tabel, tabulasi silang, dan narasi. Hasil pengukuran kebisingan tertinggi adalah 100,3 dBA yang di ukur pada titik B shift siang pada dipo pemeliharaan lokomotif Banyuwangi, sedangkan hasil pengukuran kebisingan terendah adalah 80 dBA yang diukur pada titik B shift pagi dipo pemeliharaan lokomotif Jember. 28 pegawai dipo pemeliharaan lokomotif seluruhnya mengalami stres kerja dengan tingkat stres sedang dan berat. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa pegawai dipo pemeliharaan lokomotif pada rentang usia 25-34 tahun sebanyak 19 pegawai mengalami stres berat. Masa kerja ≥11 tahun pegawai dipo pemeliharaan lokomotif mengalami stres berat sebanyak 5 pegawai. Pegawai dipo pemeliharaan lokomotif yang tidak menggunakan APT saat bekerja mengalami stres berat sebanyak 18 pegawai. Stres berat dialami oleh pegawai dipo pemeliharaan lokomotif saat bekerja shift siang sebanyak 8 pegawai. Hasil analisis kebisingan dan stres kerja pada pegawai dipo pemeliharaan lokomotif menunjukkan hasil bahwa pegawai yang terpapar kebisingan ≥ 85 dBA berpotensi mengalami stres kerja. Sebanyak 15 pegawai mengalami stres berat dengan tingkat kebisingan ≥ 85 dBA. Saran diberikan berdasarkan hasil penelitian yang perlu dipertimbangkan oleh PT KAI yaitu mengenai pendidikan dan pelatihan tentang bahaya kebisingan dan penggunaan APT, melakukan inspeksi internal terkait penggunaan APT, pemberian penghargaan dan hukuman bagi pegawai mengenai penggunaan APT serta menambah media promosi kesehatan tentang penggunaan APT di area kerja dipo lokomotif. Saran bagi pegawai, untuk saling mengingatkan dalam menggunakan APT dan melakukan pemeriksaan audiometri setiap 1 sampai 2 tahun sekali.en_US
dc.language.isoInden_US
dc.subjectShift Kerjaen_US
dc.subjectStres Kerjaen_US
dc.subjectLingjungan Kerjaen_US
dc.titleKarakteristik Individu, Shift Kerja, Kebisingan dan Stres Kerja pada Pegawai Dipo Pemeliharaan Lokomotif Jember dan Banyuwangien_US
dc.identifier.prodiKesehatan Masyarakat


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record