Show simple item record

dc.contributor.advisorMEILAWATY, Zahara
dc.contributor.advisorASTUTI, Pudji
dc.contributor.authorSARI, Lutfi Meiga
dc.date.accessioned2020-12-23T01:31:41Z
dc.date.available2020-12-23T01:31:41Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/102873
dc.description.abstractDisfungsi ovarium merupakan keadaan ovarium yang mengalami kegagalan dalam sekresi hormon seks steroid. Penurunan sekresi hormon terutama estrogen dapat memicu peningkatan sitokin proinflamasi seperti IL-1, IL-6 dan TNF-α yang berperan dalam resorpsi tulang dan reaksi inflamasi periodontal. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan periodontitis adalah bakteri Porphyromonas gingivalis. Induksi bakteri P.gingivalis dapat menginduksi terjadinya inflamasi dengan melibatkan sekresi sitokin proinflamasi, sehingga meningkatnya infiltrasi PMN. Salah satu drug of choice dari periodontitis adalah metronidazole. Penggunaan metronidazole secara sistemik dapat mengakibatkan sakit kepala, mual, dan mulut kering. Oleh karena itu diperlukan bahan alternatif dari alam yang memiliki efek terapi antiinflamasi. Salah satu tanaman yang memiliki efek antiinflamasi adalah daun Singkong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak daun Singkong sebagai antiinflamasi terhadap profil leukosit model tikus disfungsi ovarium dan periodontitis. Jenis penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan the post test only control group design. Sampel penelitian merupakan tikus betina yang dibagi menjadi dua kelompok besar yakni kelompok disfungsi ovarium dan kelompok periodontitis. Masing-masing kelompok dibagi menjadi 3 sub kelompok yang diterapi menggunakan aquades, metronidazole dan ekstrak daun Singkong. Setiap tikus diambil darahnya melalui plexus infraorbitalis pada hari ke 0, hari ke-28, hari ke-31 dan hari ke-35. Darah yang diambil selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah menggunakan kamar hitung dan perhitungan jenis dengan cara visual Data penelitian dilakukan analisis secara statistik. Berdasarkan hasil uji Shapiro-Wilk dan Uji Levene didapatkan data berdistribusi normal dan homogen pada jumlah leukosit model tikus disfungsi ovarium dan periodontitis; neutrofil model tikus disfungsi ovarium dan periodontitis; serta limfosit dan monosit pada model tikus disfungsi ovarium. Data yang berdistribusi normal dan homogen selanjutnya diuji menggunakan Two way repeated measure anova. Kelompok yang memiliki p<0.05 kemudian dilakukan uji Least Significant Differerence. Data yang tidak berdistribusi normal dilakukan uji menngunakan uji Friedman, namun tidak dilakukan uji lanjutan karena tidak ada perbedaan yang bermakna. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan profil leukosit perifer (jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit) pada model tikus disfungsi ovarium dan periodontitis yang diberi ekstrak daun Singkong (Manihot esculenta Crantz). Hal ini menunjukkan bahwa daun Singkong dapat berperan sebagai antiinflamasi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries161610101066;
dc.subjectDaun Singkongen_US
dc.subject(Manihot Esculenta Crantzen_US
dc.subjectLeukosit Periferen_US
dc.subjectTikusen_US
dc.subjectOvariumen_US
dc.subjectPeriodontitisen_US
dc.titlePotensi Ekstrak Daun Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Terhadap Profil Leukosit Perifer Model Tikus Disfungsi Ovarium dan Periodontitisen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record