Repository Universitas Jember
Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
- Koleksi Laporan Hasil Pengabdian Masyarakat
- Koleksi Laporan Praktek Kerja Program Diploma
- Koleksi Disertasi Program Doktoral
- Koleksi Laporan hasil penelitian dosen UNEJ
- Koleksi Tesis Program Magister
Recent Submissions
Item type:Item, Pengembangan Media Pembelajaran Geografi Berbasis Storymap Java Script pada Sub Bab Keragaman Flora dan Fauna Indonesia Siswa SMA(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2025-01-14) Samuel Julianto TuyuwaleTeknologi yang semakin canggih membuat pendidikan ikut berkembang dan inovatif dalam pembelajaran kepada siswa. StoryMapJS merupakan media yang bisa digunakan dalam inovasi pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengkaji validitas, (2) Mengkaji respon siswa, dan (3) Mengkaji hasil belajar siswa dari pengembangan media pembelajaran berbasis StoryMap JS pada sub bab keragaman flora dan fauna Indonesia siswa SMA. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan model ADDIE. Berdasarkan hasil pengembangan media yang dilakukan, media StoryMapJS valid digunakan sebagai media pembelajaran geografi berdasarkan; (1) Hasil validasi ahli media, ahli materi dan praktisi pembelajaran mendapatkan nilai rata-rata 4,84, 4,84, dan 4,76 dengan kriteria sangat valid, (2) Hasil angket respon siswa mendapatkan nilai rata-rata total 4,26 dengan kriteria sangat baik, (3) Hasil belajar siswa mendapatkan presentase rata-rata 84,85. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, praktisi pembelajaran, angket respon siswa dan hasil belajar siswa disimpulkan bahwa media pembelajaran StoryMapJS valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran geografi.Item type:Item, Analisis Respons Interleukin-10 (Il-10) pada Tikus Wistar Pascainjeksi Serial Protein Rekombinan DBL2β-PFEMP1(Fakultas Kedokteran, 2024-12-16) Samuel Hendrik MarpaungMalaria disebabkan oleh protozoa Plasmodium spp. dengan vektor nyamuk Anopheles betina. Pada tahun 2022, WHO melaporkan jumlah kasus malaria di dunia sebesar ± 249 juta kasus dengan jumlah kematian mencapai 608.000. Spesies yang paling sering menyebabkan malaria yang berat adalah Plasmodium falciparum karena memiliki mekanisme sitoadherensi yaitu terikatnya eritrosit yang terinfeksi (IE) dengan berbagai reseptor pada endotel misalnya Intercellular Adhesion Molecule 1 (ICAM-1). Ikatan dengan ICAM-1 ini dimediasi oleh salah satu protein yang diekspresikan oleh Plasmodium falciparum ketika berada di dalam eritrosit yaitu protein Plasmodium falciparum Erythrocyte Membrane Protein 1 terutama domain Duffy binding-like 2 Beta (DBL2β-PfEMP1). Selain itu, sitoadherensi ini membantu IE untuk menghindari sistem imun sehingga mempersulit penanganan malaria. Kebutuhan akan penanganan malaria yang lebih efektif mendorong upaya pengembangan terus dilakukan, salah satunya dengan vaksin, seperti vaksin malaria berbasis protein rekombinan DBL2β-PfEMP1. Vaksin ini dapat mencegah terjadinya ikatan antara protein DBL2β-PfEMP1 dengan ICAM-1 melalui imunitas yang terbentuk. Indikator yang dapat digunakan untuk melihat respons imun yang ditimbulkan oleh vaksin ini adalah sitokin. Sitokin yang berperan penting dalam respons antiinflamasi adalah IL-10. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons sitokin interleukin-10 (IL-10) pascainjeksi serial protein rekombinan DBL2β-PfEMP1 pada tikus Wistar khususnya antar kelompok dan antar waktu.Item type:Item, Pengaruh Diabetes Health Education dengan Pendekatan Patient-Centerd Care Berbasis Self-Efficacy Terhadap Perilaku Perawatan Kaki Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit dr. Soebandi Jember(Fakultas Keperawatan, 2026-07-28) Shofa, Najwa ZahiraDiabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan bagi pelayanan kesehatan. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki diabetik yang berpotensi menyebabkan infeksi berat, amputasi, hingga penurunan kualitas hidup. Sebagian besar kasus ulkus kaki sebenarnya dapat dicegah melalui perilaku perawatan kaki yang tepat. Namun, masih banyak penyandang DMT2 yang belum menerapkan perawatan kaki secara optimal karena kurangnya pengetahuan, keterampilan, maupun keyakinan dalam melakukan perawatan secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mampu melibatkan pasien secara aktif dalam proses pengambilan keputusan dan meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam menjalankan perawatan diri. Pendekatan patient-centered care (PCC) yang dipadukan dengan penguatan self-efficacy diharapkan dapat menjadi strategi edukasi yang lebih efektif dalam meningkatkan perilaku perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh diabetes health education dengan pendekatan patient-centered care berbasis self-efficacy terhadap perilaku perawatan kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap RSD dr. Soebandi Jember pada bulan Mei hingga Juni 2026 dengan melibatkan 48 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Responden dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masingmasing berjumlah 24 orang. Kelompok perlakuan memperoleh intervensi berupa diabetes health education yang diberikan dalam empat sesi menggunakan pendekatan patient-centered care berbasis self-efficacy, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan rutin rumah sakit. Perilaku perawatan kaki diukur menggunakan instrumen Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired t-test untuk melihat perubahan dalam masing-masing kelompok serta Mann-Whitney untuk membandingkan perubahan antara kedua kelompok.Item type:Item, Pengalaman Penggunaan Pre Exposure Prophylaxis (PrEP) Sebagai Upaya Pencegahan HIV pada Lelaki Seks Lelaki (LSL)(Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026) Priwardani, Ela Dyah IndrastiTingginya prevalensi HIV pada kelompok LSL di Indonesia yang mencapai 24,4% secara nasional berdasarkan STBP 2023, sementara cakupan penggunaan PrEP pada populasi LSL secara nasional masih sangat rendah, yakni hanya sekitar 6% melatar belakangi penelitian. PrEP merupakan strategi pencegahan HIV berbasis antiretroviral yang terbukti mampu menurunkan risiko penularan HIV hingga 99% apabila dikonsumsi secara konsisten. Meskipun pemerintah Indonesia telah mendistribusikan PrEP secara gratis sejak 2021, implementasinya masih menghadapi tantangan besar terutama pada aspek kepatuhan pengguna. Kajian mendalam tentang pengalaman subjektif LSL dalam menggunakan PrEP di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Jember, masih sangat terbatas sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman penggunaan PrEP sebagai upaya pencegahan HIV pada LSL menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan kerangka teori Health Belief Model (HBM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam di Kabupaten Jember pada periode Februari hingga April 2026, melibatkan 16 informan yang terdiri dari satu informan kunci yakni Koordinator Humas OGAWA (Organisasi Gaya Warna), sembilan informan utama yang merupakan LSL dengan variasi status penggunaan PrEP aktif dan tidak aktif berusia 19-36 tahun, serta enam informan tambahan yang terdiri dari petugas kesehatan, penjangkau lapangan, dan teman dekat informan utama. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo dan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi sumber sebagai strategi uji kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk HBM terbukti relevan dalam menggambarkan fenomena penggunaan PrEP pada LSL di Kabupaten Jember. Pertama, seluruh informan memiliki persepsi kerentanan yang tinggi terhadap HIV yang bersumber dari pengaruh lingkungan sosial-seksual dan refleksi terhadap perilaku berisiko, meskipun bersifat dinamis dan situasional. Kedua, informan memaknai HIV sebagai penyakit serius dengan dampak masa depan dan dampak psikologis yang berat. Ketiga, seluruh informan mempersepsikan manfaat PrEP secara universal pada dimensi proteksi dan keamanan, baik secara biologis maupun psikologis, dengan strategi double protection sebagai wujud pemahaman yang realistis. Keempat, hambatan penggunaan PrEP terbagi menjadi hambatan internal seperti lupa, kejenuhan, dan stigma privasi, serta hambatan eksternal berupa keterbatasan ketersediaan stok obat di fasilitas kesehatan. Kelima, penggunaan PrEP dipicu oleh faktor internal berupa rasa takut dan kesadaran risiko, serta faktor eksternal berupa pengaruh teman sebaya, pengalaman orang terdekat, dan peran edukasi petugas kesehatan maupun penjangkau lapangan OGAWA. Keenam, sebagian besar informan memiliki efikasi diri yang cukup dalam memulai dan mempertahankan penggunaan PrEP yang dibangun atas keyakinan terhadap efektivitas obat dan komitmen personalItem type:Item, Perilaku Self Diagnose Kesehatan Mental pada Mahasiswa Pengguna Tiktok di Universitas Jember(Fakultas Kesehatan Masyarakat, 2026-06-09) Salsabila.M, Ganesh ZahraIsu kesehatan mental saat ini masih menjadi tantangan besar bagi seluruh dunia. Remaja pada rentang usia 18-25 adalah masa transisi remaja akhir menuju dewasa awal yang rentan mengalami gangguan mental dan sebagian besar mahasiswa berada dalam rentang usia tersebut. Seiring meningkatnya prevalensi masalah kesehatan mental pada mahasiswa, muncul fenomena di masyarakat yaitu perilaku “self diagnose” atau mendiagnosa diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek antecedent, behavior, dan consequences dari perilaku self diagnose kesehatan mental pada mahasiswa pengguna Tiktok di Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk mengkaji perilaku self diagnose kesehatan mental berdasarkan konten Tiktok pada mahasiswa di Universitas Jember. Informan dipilih secara purposive yang terdiri dari informan utama yakni mahasiswa aktif Universitas Jember dan pengguna aktif Tiktok serta informan tambahan yakni orang terdekat yang dipercaya oleh informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan NVivo 12 melalui tahap reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan, dengan menjaga kredibilitas melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku self diagnose kesehatan mental pada mahasiswa pengguna Tiktok di Universitas Jember dipengaruhi oleh antecedent terencana yakni intensitas penggunaan Tiktok, jenis konten yang diakses, serta dampak self diagnose meliputi dampak kognitif, dampak afektif, dan dampak behavioral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku self diagnose berdasarkan konten tiktok dipengaruhi aspek antecedent, behavior, dan consequences. Oleh karena itu, diharapkan memperluas jangkauan informan penelitian dan menggunakan jenis pendekatan penelitian lain seperti kuantitatif, atau mix methode. Tujuannya untuk mengidentifikasi pola yang mempengaruhi mahasiswa melakukan perilaku self diagnose berdasarkan konten di Tiktok
