Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/84979
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.advisorNuri, H. Ahmad-
dc.contributor.advisorMurtaqib-
dc.contributor.authorKURNIAWANSYAH, KEMAS RONA-
dc.date.accessioned2018-03-28T12:36:14Z-
dc.date.available2018-03-28T12:36:14Z-
dc.date.issued2018-03-28-
dc.identifier.nim012010101068-
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/84979-
dc.description.abstractTuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi. Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi sistemik kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penelitian Deskriptif ini dilakukan di SMF Anak RSUD dr Soebandi Jember pada anak penderita Tuberkulosis paru baik yang telah diimunisasi BCG, dengan menunjukkan tanda scar dan tidak menunjukkan tanda scar, dan yang tidak diimunisasi BCG. Pada kelompok yang telah diimunisasi BCG dibagi menjadi dua kelompok kecil yaitu menunjukkan tanda scar dan tidak menunjukkan tanda scar. Pada kelompok yang tidak menunjukkan tanda scar digolongkan pada kelompok yang tidak mendapatkan imunisasi BCG, dan dibandingkan dengan kelompok yang telah diimunisasi BCG dengan menunjukkan tanda scar. Selain itu juga kontak dengan penderita TB paru sebelumnya juga merupakan faktor penunjang tertularnya anak terhadap penyakit tersebut, hal ini juga didukung dengan kondisi lingkungan rumah pasien, kondisi social ekonomi dan keberhasilan imunisasi. Pada penelitian ini didapatkan perbandingan antara pasien yang diimunisasi BCG dan berhasil sebesar 32,9% dan yang tidak diimunisasi BCG dan yang diimunisasi BCG tetapi gagal sebesar 67,1%, hal ini dapat dibuktikan dengan efikasi protektif path imunisasi BCG sebesar 51,02%. Kegagalan imunisasi pada pasien yang telah diimunisasi dapat disebabkan oleh karena beberapa faktor yaitu kesalahan teknik pemberian imunisasi, kesalahan dari pasien atau keluarga pasien yang melakukan penekanan pada bekas suntikan sehingga dapat menyebabkan kematian pada vaksin BCG tersebut, kerusakan dari vaksin karena cara penyimpanan yang salah, kerusakan dari vaksin karena telah melebihi batas waktu penggunaan atau kadaluarsa.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectIMUNISASI BCGen_US
dc.subjectPENYAKIT TUBERKULOSIS PARUen_US
dc.subjectRSUD DR. SOEBANDI JEMBERen_US
dc.titleEFEKTIFITAS IMUNISASI BCG TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK DI SMF ANAK RSUD DR. SOEBANDI JEMBERen_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US
Appears in Collections:UT-Faculty of Medical

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
Kemas Rona Kurniawansyah 012010101068.pdf14.68 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

Admin Tools