Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/80308
Title: | Penerapan Ajaran Saminisme Pada Masyarakat Sikep Samin Desa Klopodhuwur dalam Mengelola Lingkungan |
Authors: | Handayani, Baiq Lily Nugraha, Kharisma Eka Aditya |
Keywords: | SAMINISME MASYARAKAT SIKEP |
Issue Date: | 11-Jul-2017 |
Series/Report no.: | 110910302007; |
Abstract: | Kajian pada karya tulis ini adalah Penerapan Ajaran Saminisme Pada Masyarakat Sikep Samin Desa Klopodhuwur Dalam Mengelola Lingkungan. Melihat fenomena sosial budaya masyarakat Sikep Samin dalam mengelola lingkungan dengan menerapkan ajaran leluhurnya. Di mana ajaran yang diwarisi oleh leluhurnya pada masyarakat sikep Samin di Desa Klopodhuwur masih dijaga dan dilestarikan. Terdapat tradisi-tradisi dalam mengelola lingkungan, dengan ritual-ritual keagamaan yang dianut oleh masyarakat sikep Samin. Padahal di jaman era modern saat ini, banyak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh banyak faktor. Peran masyarakat, mengembangkan dan menjaga budaya lokal seperti ajaran-ajaran leluhur atau kearifan lokal dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Masyarakat sikep Samin masih menjaga eksistensinya mengelola lingkungan, dengan menganut dan menerapkan ajaran saminisme. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan ajaran Saminisme pada masyarakat sikep Samin dalam mengelola lingkungan. Peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan memilih lokasi penelitian di Kawasan Karangpace, Desa Klopodhuwur, Banjarejo, Blora, Jawa Tengah. Terdapat 8 informan, dengan menggunaan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan metode wawancara pada FGD (Focus Group Discussion), observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa perilaku masyarakat Samin terhadap lingkungan sangat positif, mereka memanfaatkan alam (misalnya mengambil kayu) secukupnya saja dan tidak pernah mengeksploitasi. Seperti viii halnya dengan sikap dan pikiran masyarakat Samin yang cukup sederhana, tidak berlebihan dan apa adanya. Tanah bagi mereka ibarat ibu sendiri, artinya tanah memberi penghidupan kepada mereka. Selain itu, semua yang ada di bumi dianggapnya sebagai seduluran atau sanak saudara. Sebagai petani tradisional maka tanah mereka perlakukan sebaik-baiknya. Dalam pengolahan lahan (tumbuhan apa yang akan ditanam) mereka hanya berdasarkan musim saja yaitu penghujan dan kemarau. Sehingga masyarakat Samin menghormati, menjaga, dan mengelola lingkungan dengan kepercayaan daerah setempat. Adapun ajaran-ajaran Saminisme pada masyarakat Sikep Samin dalam mengelola lingkungan yaitu dengan menerapkan panca sesanti samin sikep. 1) Seduluran, 2) Ora seneng memusuhan, 3) Ora rewang kang dudu sak mestine, 4) Ora Ngelenah Liyan, 5) Eling Sing kuoso. Kelima tersebut merupakan nilai dari ajaran Saminisme di masyarakat Samin. Di kelima nilai tersebut memiliki orientasi yang sama, masingmasing saling berkaitan dan saling kesinambungan. Dari ajaran-ajaran tersebut muncul tradisi-tradisi dengan ritual yang memiliki makna disetiap tradisi. Diantaranya yaitu tradisi sedekah bumi, deder, dan sebagainya. Dalam kearifan lokal tersebut terkandung makna dalam setiap tindakannya. Pengetahuan lokal dianggap masyarakat Samin masih terjaga keasliannya dari nenek moyang mereka, yaitu Pak Engkrek tokoh lokal Samin dari Klopodhuwur. Wujud dari kearifan lokal tersebut sangatlah tercermin bahwa masyarakat Samin merupakan masyarakat yang masih patuh terhadap ajaran saminisme. Mereka mengelola lingkungan dengan ucap, pertikel, laku tahap ketika melakukan atau memanfaatkan sumberdaya alam. |
URI: | http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/80308 |
Appears in Collections: | UT-Faculty of Social and Political Sciences |
Files in This Item:
File | Description | Size | Format | |
---|---|---|---|---|
Kharisma Eka Aditya Nugraha.pdf | 883.74 kB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
Admin Tools