Please use this identifier to cite or link to this item:
https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125498
Title: | Gambaran Gangguan Tidur pada Anak Terdampak Pasca Bencana Erupsi Gunung Semeru di Lumajang |
Authors: | NINGTIAS, Meilin Juwita |
Keywords: | Gangguan Tidur Anak Gunung Semeru Lumajang Bencana Erupsi |
Issue Date: | 10-Jul-2023 |
Publisher: | Fakultas Keperawatan |
Abstract: | Bencana memiliki dampak yang besar terutama pada kelompok yang rentan yaitu anak-anak. Hal ini dikarenakan anak dengan nyata melihat, mengalami, dan merasakan dampak yang ditimbulkan karena faktor usia yang masih belum matang secara pertumbuhan dan emosional dari anak. Salah satu hal yang dapat teejadi pada anak pasca bencana yaitu masalah gangguan tidur. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pola tidur buruk menjadi faktor yang berperan dalam perkembangan mental emosional pada anak. Pola tidur dengan kualitas dan durasi yang baik dapat menjaga kesehatan mental emosional pada anak. Gangguan tidur seperti berkurangnya durasi tidur dapat memacu kesulitan emosional sehingga dapat meningkatkan kondisi stress serta kecemasan akibat trauma. Anak dengan gangguan pada tidurnya dapat mempengaruhi pada penilaian akademik yang buruk, kondisi perasaan yang rendah dan akan berlanjut pada problem karakter dan kepribadiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan tidur pada anak terdampak pasca bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian statistik deskriptif dengan pendekatan cross – sectional dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan sampel yang diambil berjumlah 108 responden anak usia sekolah. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan Kuesioner Sleep Disturbancde Scale For Childer. Analisa data pada penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian karakteristik responden menunjukkan usia anak sekolah dengan gangguan tidur terbanyak pada usia 11 tahun dengan jumlah (9.3%), jenis kelamin yang mendominasi mengalami gangguan tidur yaitu laki – laki sebanyak (26.9%). Usia orang tua responden rata – rata lebih banyak pada usia dewasa awal sebanyak (40.7%) dan pendidikan orang tua responden mayoritas tingkat SD sejumlah (77.8%). Sebanyak (92.6%) anak di Huntara tidak menggunakan media pra tidur. Hasil SDSC menunjukkan (40.7%) anak terdampak pasca bencana di Huntara mengalami gangguan tidur sebanyak (16.7%) mengalami jenis gangguan tidur transisi tidur bangun, (15.7%) mengalami jenis gangguan tidur kesadaran dan (14.8%) mengalami jenis gangguan tidur memulai dan mempertahankan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah Gambaran Gangguan Tidur pada Anak Terdampak Pasca Bencana Erupsi Gunung Semeru di Lumajang sebanyak 44 anak dari 108 responden terjadi gangguan pada tidurnya. Pemberian edukasi dan care giver pada anak dan orang tua responden perlu terus diperhatikan serta ditingkatkan, sehingga pada saat anak mengalami gangguan tidur orang tua sudah tidak khawatir dan acuh dikarenakan orang tua sudah paham dan mengerti harus bagaimana dan berkonsultasi pada siapa mengenai hal tersebut, sehingga gangguan tidur pada anak dapat diatasi dengan segera. |
Description: | Finalisasi unggah file repositori tanggal 24 Februari 2025_Kurnadi |
URI: | https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/125498 |
Appears in Collections: | UT-Faculty of Nursing |
Files in This Item:
File | Description | Size | Format | |
---|---|---|---|---|
doc.pdf Until 2028-08-18 | Meilin Juwita Ningtias_192310101053 | 1.72 MB | Adobe PDF | View/Open Request a copy |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
Admin Tools