Please use this identifier to cite or link to this item: https://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/119483
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorRAHMADINA, Risa-
dc.date.accessioned2024-01-17T03:45:02Z-
dc.date.available2024-01-17T03:45:02Z-
dc.date.issued2023-12-15-
dc.identifier.nim202010101108en_US
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/xmlui/handle/123456789/119483-
dc.description.abstractKlorpirifos adalah pestisida golongan organofosfat yang umum digunakan oleh petani karena memiliki spektrum yang luas. Klorpirifos dimetabolisme di hati, berubah menjadi klorpirifos okson, bentuk yang toksik dan dapat menyebabkan pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS). Pembentukan ROS menyebabkan stres oksidatif, merusak sel-sel di berbagai organ, termasuk hati. Kerusakan hepatosit dapat menyebabkan pelepasan enzim SGPT dan SGOT yang tinggi ke dalam aliran darah. SGPT dan SGOT berfungsi sebagai indikator kerusakan hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lama pemberian pestisida klorpirifos dosis rendah terhadap fungsi hati. Penelitian ini merupakan true experimental dengan desain post-test only control group. Tiga puluh tikus Wistar dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol yang menerima NaCl dan Tween 20 selama 56 hari (K0), kelompok perlakuan yang menerima klorpirifos dosis 5 mg/kgBB selama 7 hari (K1), 14 hari (K2), 28 hari (K3), dan 56 hari (K4). Terminasi dilakukan melalui suntikan intraperitoneal pentobarbital dengan dosis 200 mg/kgBB. Nekropsi dilakukan untuk mengumpulkan darah dari jantung tikus. Serum dari darah tikus digunakan untuk menguji kadar SGPT dan SGOT. Data SGPT dan SGOT dianalisis menggunakan uji regresi menggunakan kurva estimasi dan uji-t sampel independen. Berdasarkan kurva estimasi regresi, hasil menunjukkan signifikansi >0,05 untuk semua sepuluh model kurva. Uji-t sampel independen yang dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 56 hari menunjukkan signifikansi >0,05, menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam nilai rata-rata antara kedua kelompok tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan antara lama pemberian pestisida klorpirifos dosis rendah terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus Wistar.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFakultas Kedokteranen_US
dc.subjectpestisidaen_US
dc.subjectklorpirifosen_US
dc.subjectSGPTen_US
dc.subjectSGOTen_US
dc.subjecthatien_US
dc.titleEfek Lama Pemberian Pestisida Klorpirifos Dosis Rendah terhadap Kadar SGPT dan SGOT Tikus Wistaren_US
dc.typeSkripsien_US
dc.identifier.prodiPendidikan Dokteren_US
dc.identifier.pembimbing1dr. Cholis Abrori, M.Kes., M.Pd.Ked.en_US
dc.identifier.pembimbing2dr. Ayu Munawaroh Aziz, M.Biomeden_US
dc.identifier.validatorTeddyen_US
dc.identifier.finalizationTeddyen_US
Appears in Collections:UT-Faculty of Medical

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
doc.pdf
  Until 2029-01-10
2.63 MBAdobe PDFView/Open Request a copy


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

Admin Tools