Show simple item record

dc.contributor.authorAFDILLA, Fara Difka
dc.date.accessioned2019-10-24T08:53:31Z
dc.date.available2019-10-24T08:53:31Z
dc.date.issued2019-07-11
dc.identifier.nim151810401040
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/93659
dc.description.abstractKanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita dan menyebabkan sejumlah besar kematian. Penanganan masalah kanker yang sering dilakukan hingga saat ini ialah pengangkatan organ, radioterapi dan kemoterapi. Penanganan tersebut memiliki dampak negatif seperti ketergantungan pada obat serta biaya yang dibutuhkan sangat mahal. Oleh karena itu, pengembangan terapi antikanker berbasis tanaman perlu dilakukan sebagai alternatif di bidang kesehatan. Tembakau merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Jember. Tembakau diketahui mengandung senyawa sembranoid yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Penelitian dilakukan di laboratorium Kimia, Fakultas Farmasi Universitas Jember dan Laboratorium Biosains, Politeknik Negeri Jember serta Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Penelitian ini menggunakan sel kanker payudara MCF-7 yang diuji dengan ekstrak fraksi senyawa sembranoid daun tembakau dengan konsentrasi 2 μg/mL, 4 μg/mL, 8 μg/mL, 16 μg/mL, 32 μg/mL dan 64 μg/mL kemudian diinkubasi selama 24 jam. Pengamatan dilakukan menggunakan tiga plate 96 well dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah viabilitas sel kanker payudara MCF-7 pasca pemberian ekstrak fraksi senyawa sembranoid yang ditunjukkan dengan nilai absorbansi hasil ELISA Reader. Data dianalisis menggunakan uji General Linear Model (GLM) dengan taraf kepercayaan 95 % atau α = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Nilai IC50 dianalisis menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel mengalami perubahan kepadatan dan morfologi setelah diberi perlakuan ekstrak fraksi senyawa sembranoid. Berdasarkan hasil analisis data, persentase viabilitas sel MCF-7 terendah ditunjukkan pada konsentrasi tertinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi 64 μg/mL memiliki efek sitotoksisitas yang paling tinggi terhadap sel MCF-7 dibanding konsentrasi lainnya. Nilai IC50 ekstrak fraksi senyawa sembranoid terhadap sel MCF-7 adalah sebesar 44,284 μg/mL, artinya pada konsentrasi tersebut fraksi senyawa sembranoid mampu menghambat proliferasi sel MCF-7 sebesar 50 % dari total populasi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMen_US
dc.subjectSembranoiden_US
dc.subjectKanker payudaraen_US
dc.subjectDaun Tembakauen_US
dc.titleEfek Fraksi Senyawa Sembranoid Daun Tembakau terhadap Viabilitas Sel Kanker Payudaraen_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record