Show simple item record

dc.contributor.advisorPrasetyono, Suprihadi
dc.contributor.advisorGhozali, H.R.B Moch
dc.contributor.authorKHOLQI, Achmad Doni Bait
dc.date.accessioned2019-08-13T07:33:04Z
dc.date.available2019-08-13T07:33:04Z
dc.date.issued2019-08-13
dc.identifier.nimNIM151910201041
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/91715
dc.description.abstractDalam teknik tegangan tinggi, hal yang paling vital dalam sebuah peralatan adalah system isolasi. Apabila system isolasi buruk maka akan berdampar buruk juga pada system kerja peralatan tersebut. Di dalam trafo system isolasi dibentuk dari dua bagian penting, yaitu minyak transformator dan kertas selulosa. Ada empat fungsi utama minyak trafo, yaitu sebagai pelindung, insulator, pendingin, dan pelarut gas. Minyak sebagai pendingin adalah mengambil panas yang ditimbulkan sewaktu trafo berbeban lalu melepaskannya. Minyak sebagai pelindung adalah melindungi komponen–komponen dalam trafo dari korosi dan oksi-dasi. Dan minyak juga melarutkan gas-gas hasil dari proses pemburukan minyak dan isolasi kertas. Di dalam pengoperasiannya transformator minyak (oil immersed), menghasilkan senyawa–senyawa gas sebagai hasil dari proses penuaan dan dampak dari gangguan dan ketidaknormalan operasi trafo. Sangatlah penting untuk mendeteksi dan mengenali senyawa–senyawa gas tersebut sebagai dasar untuk mengetahui dampaknya terhadap operasi suatu Trafo. Salah satu metode indentifikasi kandungan gas adalah Dissolved Gas Analysis (DGA) merupakan metode konvensional yang populer untuk mengidentifikasi kandungan gas yang terlarut dalam minyak isolasi. Salah satu tes yang dilakukan untuk DGA adalah dengan tes kromatografi, dengan adanya tes kromatografi ini akan diperoleh jumlah kandungan gas yang terlarut dalam minyak transformator. Hasil tes kromatografi DGA di dapatkan berbagai macam gas yang terkandung pada minyak transformator seperti oksigen (O2), karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), hidrogen (H2), etana (C2H6), metana (CH4), etilen (C2H4), dan asetilen (C2H2). Gas yang dihasilkan diukur dalam satuan ppm (part per million). Sedangkan pengujian DGA pada setiap minyak isolasi transformator hanya untuk mengetahui keadaan minyak isolasi pada setiap transformator, analisis hasil DGA yang dilakukan dalam pengujian hanya mempertimbangkan hasil Total Dissolved Combustible Gas (TDCG) Tanpa mempertimbangkan jenis dan konsentrasi gas-gas lain yang terkandung dalam minyak isolasi transformator seperti gas hidrogen, metana, etana, etilena, asetilena, karbon dioksida dan karbon monoksida.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries151910201041;
dc.subjectMinyak Isolasi Transformatoren_US
dc.subjectTegangan Tembusen_US
dc.subjectMetode Dissolved Gas Analysisen_US
dc.titleAnalisa Keadaan Minyak Isolasi Transformator 70 kV Dengan Metode Dissolved Gas Analysis (DGA) Dan Tegangan Tembus (Break Down Voltage) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Di PT. PJB UP Brantas Sub – Unit PLTA Mendalan”en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record