Show simple item record

dc.contributor.authorRizka Paramitha
dc.date.accessioned2013-12-11T02:59:35Z
dc.date.available2013-12-11T02:59:35Z
dc.date.issued2013-12-11
dc.identifier.nimNIM051510401084
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/7969
dc.description.abstractKedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan sumber bahan pangan nabati dengan kandungan protein 39% dan memegang peranan penting dalam berbagai aspek ekonomi. Dari tahun ke tahun, produksi kedelai di Indonesia selalu menurun. Indonesia mempunyai produksi kedelai yang rendah, salah satunya karena adanya serangan hama penggerek polong. Etiella zinckenella dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 20-40%, hama penghisap polong Riptortus linearis dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 79% dan Nezara viridula mencapai 47%. Sampai saat ini, penggunaan varietas tahan merupakan pengendalian yang potensial untuk menekan kehilangan hasil akibat hama perusak polong kedelai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan pada dua belas genotipe tanaman kedelai yang diuji yaitu Agromulyo, Anjasmoro, Detam, UNEJ-1, UNEJ-2, Grobogan, Gepak kuning, Malabar, Wilis, Ryokoh, Kaohsiung dan East of java yang disebabkan karena serangan dari hama penggerek polong E. zinckenella, hama penghisap polong R. linearis dan N. viridula. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh genotipe kedelai yang tahan terhadap serangan hama penggerek polong kedelai dan hama penghisap polong kedelai. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Politeknik Jember pada tanggal 05 Mei 2010 sampai dengan tanggal 05 Agustus 2010. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sub sampling yang terdiri dari dua belas perlakuan genotipe kedelai dengan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama penggerek polong pada genotipe Malabar paling tinggi dan populasi hama penggerek polong yang paling rendah didapat pada genotipe East of java. Populasi hama penghisap polong terbanyak ditemukan pada genotipe Argomulyo, populasi terendah ditemukan pada genotipe kedelai jepang seperti pada Ryokkoh, Kaohsiung, East of java dan Wilis. Kerusakan akibat serangan hama penggerek polong tidak berbeda nyata namun terdapat kecenderungan pada genotipe Wilis nilai intensitas kerusakan yang paling tinggi dibandingkan dengan genotipe yang lain dan pada genotipe Detam nilai intensitas kerusakan yang paling rendah dibandingkan dengan genotipe kedelai lain yang diuji. Hasil uji ketahanan pada hampir semua genotipe kedelai yang diuji termasuk kategori agak tahan tahan, sedangkan pada genotipe Anjasmoro dan Wilis termasuk kategori agak peka. Kerusakan akibat serangan hama penghisap polong pada genotipe kedelai Malabar lebih tinggi dibandingkan dengan kerusakan akibat serangan hama penghisap polong pada genotipe kedelai lain yang diuji yaitu sebesar 31,7%. Dan kerusakan terendah akibat serangan hama penghisap polong terdapat pada genotipe Kaohsiung. Hasil uji ketahanan menunjukkan bahwa pada genotipe Wilis, Ryokkoh, Kaohsiung dan East of java tergolong kategori yang tahan, pada genotipe Argomulyo, Detam, Unej-1, Unej-2, Grobogan, Malabar, dan Wilis termasuk kategori agak peka, dan pada beberapa genotipe seperti Argomulyo, Detam, Unej-1, Unej-2, Grobogan dan Malabar menunjukkan bahwa keenam genotipe tersebut termasuk kategori yang peka terhadap hama penghisap polong.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries051510401084;
dc.subjectGENOTIPE KEDELAIen_US
dc.titlePOPULASI DAN INTENSITAS KERUSAKAN AKIBAT HAMA PENGGEREK POLONG DAN HAMA PENGHISAP POLONG PADA DUA BELAS GENOTIPE KEDELAIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record