Show simple item record

dc.contributor.authorMurdyastuti, Anastasia
dc.date.accessioned2017-02-27T02:51:27Z
dc.date.available2017-02-27T02:51:27Z
dc.date.issued2017-02-27
dc.identifier.issn2338-9575
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/79310
dc.descriptionJurnal Strategi dan Bisnis, Volume 4, Nomor 2, Oktober 2016en_US
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan aksesibilitas petani singkong terhadap kebijakan pertanian untuk mengurangi kemiskinan. Globalisasi dan perkembangan teknologi membawa perubahan di bidang pertanian, khususnya singkong, yang mengarah ke cara pertanian dengan menggunakan teknologi modern dan komersialisasi berorientasi. Karakteristik petani subsisten singkong belum mendapat perhatian dari pemerintah dengan akses ke petani menguntungkan berkembang baik dari segi manajemen, modal dan pasar. Ini menunjukkan rapuhnya komitmen etika dan moral dalam kebijakan pertanian yang selalu merugikan petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan aksesibilitas petani singkong dan pemerintah kapitalis masih lemah sehingga kondisi tetap miskin. Karakteristik petani subsisten dengan tanah kecil dan tandus, miskin dengan pola tradisional pertanian, menyebabkan gotong royong tidak rasional, sulit untuk mengubah atau bahkan menolak pola yang lebih hasil pertanian modern. pemerintah masih menganggap singkong sebagai makanan yang berorientasi kurang pasar sehingga prospeknya kurang menguntungkan tidak diprioritaskan, sedangkan singkong termasuk makanan alternatif yang menjanjikan untuk memastikan keamanan pangan untuk menghindari kelangkaan pangan. kebijakan pemerintah dalam menyediakan modal dan harga tunduk pada pemenuhan kebutuhan petani singkong sehingga petani lebih cenderung menjadi pedagang terpengaruh meskipun kadang-kadang merugikan. Petani singkong tidak memiliki ruang dalam menghadapi intervensi pemerintah dan kapitalis yang dapat memberikan informasi untuk perumusan kebijakan yang menjamin cara hidup demokratis. Strategi pemerintah dan petani kapitalis menghadapi dengan caranya sendiri berdasarkan pengalaman hidup mereka, mereka akan menerima semua nilai yang sesuai sosial ekonomi, budaya dan ekologi jika tidak maka akan ditolak. Kebijakan pemerintah melalui program sekolah kejuruan diharapkan untuk membantu petani, namun sifatnya belum menyentuh semua yang dibutuhkan petani singkong. Aksesibilitas model yang baik adalah jika dapat menyelaraskan harapan pemerintah, pengusaha dan petani singkong sehingga untuk bertahan hidup dengan bercocok tanam singkong akan meningkatkan pendapatan petani dan mampu keluar dari kemiskinan.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.subjectAksesibilitasen_US
dc.subjectpetanien_US
dc.subjectSingkongen_US
dc.subjectKebijakanen_US
dc.subjectKemiskinanen_US
dc.titleAksesibilitas Petani Singkong terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Mengentaskan Kemiskinan di Kabupaten Bondowoso Jawa Timuren_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record