Show simple item record

dc.contributor.advisorSujoso, Anita Dewi Prahastuti
dc.contributor.advisorMa’rufi, Isa
dc.contributor.authorQomariyah, Nurul
dc.date.accessioned2017-01-26T02:37:11Z
dc.date.available2017-01-26T02:37:11Z
dc.date.issued2017-01-26
dc.identifier.nimNIM112110101100
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/79179
dc.description.abstractFormaldehid adalah senyawa terkecil dari seri aldehida (HCOH). Formaldehid merupakan zat yang tidak berwarna dan gas yang mudah terbakar pada suhu kamar. Formaldehid digunakan di banyak industri, salah satunya adalah industri karet yang memproduksi lateks. Pekerja sortasi sheet karet memiliki resiko terpapar formaldehid melalui inhalasi. Paparan formaldehid dapat terakumulasi dalam tubuh dan mempengaruhi jumlah hemoglobin. Fungsi hemoglobin adalah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui darah. Kadar hemoglobin dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, status gizi, masa kerja, riwayat penyakit, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar formaldehid di udara dengan kadar hemoglobin (Hb) pada pekerja bagian sortasi sheet karet PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Subjek penelitian adalah pekerja sortasi sheet karet PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember. Sampel penelitian berjumlah 17 orang yang berasal dari pekerja sortasi sheet karet PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Karakteristik responden (usia, jenis kelamin dan masa kerja) didapat dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner. Status gizi diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan microtoise dan bathroom scale. Kadar formaldehid di udara diperoleh dari pengukuran menggunakan minipump, impinger dan absorben (HCOOH). Kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan hemometer digital. Analisis statistik dilakukan ix dengan menggunakan Pearson Correlation Test dan Independent Sampel T Test dengan α sebesar 0,05. Hasil analisis univariat diperoleh responden berusia 45-54 tahun sebesar 35,3%; jenis kelamin perempuan sebesar 76,5%; status gizi normal sebesar 58,8%; masa kerja > 3 tahun sebesar 64,7%; kadar formaldehid di udara rata-rata < 0,3 ppm sebesar 0,0724; serta kadar hemoglobin normal sebesar 64,7%. Analisis bivariat menggunakan Pearson Correlation Test dengan α=0,05 menunjukkan bahwa usia (p=0,066), status gizi (p=0,564), masa kerja (p=0,009) dan kadar formaldehid di udara (p=0,263). Analisia bivariat menggunakan Independent Sample T Test menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki nilai p = 0,035. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin dan masa kerja dengan kadar hemoglobin. Tidak terdapat hubungan antara usia, status gizi dan kadar formaldehid di udara dengan kadar hemoglobin pada pekerja sortasi sheet karet PTPN XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember.en_US
dc.language.isoiden_US
dc.relation.ispartofseries112110101100;
dc.subjectKadar Formaldehiden_US
dc.subjectKadar Hemoglobin (Hb)en_US
dc.subjectSortasi Sheet Kareten_US
dc.titleKadar Formaldehid di Udara dan Kadar Hemoglobin (Hb) pada Pekerja bagian Sortasi Sheet Karet (Studi Pada PT Perkebunan Nusantara XII Kebun Glantangan Kabupaten Jember)en_US
dc.typeUndergraduat Thesisen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record