Repository Universitas Jember

Digital service that collects, preserves, and distributes digital material. Repositories are important tools for preserving an organization's legacy; they facilitate digital preservation and scholarly communication.

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 9

Recent Submissions

  • Item type:Item,
    Prarancangan Pabrik Carboxymethyl Cellulose dari Limbah Tongkol Jagung dengan Proses Russel Nelson Kapasitas 13.000 Ton/Tahun
    (Fakultas Teknik, 2026-07-29) Qonita Ainani Mahfud
    Pra-Rancangan pabrik Carboxymethyl Cellulose (CMC) dirancang dengan kapasitas 13.000 ton/tahun menggunakan bahan baku utama tongkol jagung. Perencanaan pendirian pabrik ini berada di Kawasan Industri Tuban, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proses produksi CMC yang dipilih dalam rancangan ini adalah Proses Russel-Nelson kontinu yang menggunakan dua reaktor terpisah. Tahapan proses diawali dengan persiapan bahan baku berupa pengecilan ukuran tongkol jagung menggunakan hammer mill dan penyeragaman ukuran dengan screener. Selanjutnya dilakukan isolasi selulosa melalui proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 10%, yang dilanjutkan dengan proses bleaching menggunakan H₂O₂ 30%, kemudian dilanjutkan tahap filtrasi dan pengeringan. Tahap sintesis produk dilakukan melalui reaksi alkalisasi selulosa menggunakan NaOH 20% dengan pelarut isopropanol, kemudian dilanjutkan reaksi eterifikasi menggunakan sodium monochloroacetate (SMCA). Produk hasil reaksi kemudian masuk ke tahap netralisasi sisa basa menggunakan asam asetat 90%, pemisahan padatan, pencucian CMC menggunakan etanol 70%, pengeringan dengan rotary dryer, serta penyeragaman ukuran produk akhir hingga 80 mesh menggunakan disk attrition mill. Proses ini mampu menghasilkan produk CMC berbentuk serbuk padatan dengan kemurnian mencapai 91%. Pabrik Carboxymethyl Cellulose dirancang dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jumlah karyawan sebanyak 253 orang. Hasil Evaluasi ekonomi menunjukkan bahwa laba bersih pabrik sebesar Rp 155.295.239.658, Pay Out Time (POT) selama 4,48 tahun, dengan laju pengembalian modal 19,77%, sehingga didapatkan Break Even Point (BEP) sebesar 43,28%
  • Item type:Item,
    Pengaplikasian Asap Cair Limbah Batang Tembakau dengan Penambahan Trichoderma sp. sebagai Biopestisida Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) secara In Vitro
    (Fakultas Pertanian, 2026-07-17) Garnis Forestryananta
    Tanaman tembakau merupakan tanaman tropis yang berasal dari negara Amerika dengan nama latin N. tabacum Tembakau merupakan salah satu tanaman semusim satu kali panen saat tanaman mencapai umur ±90-120 hari. Tanaman tembakau umumnya bewarna hijau, memilki perakaran tunggang dengan daun berbentuk bulat lonjong dan dilapisi trikoma (bulu-bulu halus), batang tegak dan tidak berkayu dengan ketinggian mencapai 250 cm (Nisak & Saputro, 2017). Tembakau adalah salah satu tanaman komoditas perkebunan yang memiliki arti penting dalam sumber pendapatan negara maupun sumber pendapatan bagi petani itu sendiri. Pada dunia pertembakauan, negara Indonesia termasuk sebagai negara penghasil daun tanaman tembakau peringkat keenam setelah Malawi, Amerika Serikat, India, Brazil, dan Cina. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 mencatat total produksi tembakau di Indonesia pada tahun 2018 hingga 2019 mencapai 236.900 ton, namun seiring berjalannya waktu produksi tembakau mengalami fluktuasi atau penurunan sebesar 24,5 ton atau sebesar 10,3% pada tahun 2020 hingga 2021.
  • Item type:Item,
    Pengaruh Konsentrasi NaOH dan Waktu Alkalisasi terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Komposit Serat Rami-PLA
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-07-20) Raihul Fajri
    Perkembangan teknologi material mendorong kebutuhan akan material yang memiliki sifat mekanik baik sekaligus ramah lingkungan. Penggunaan material komposit berbasis serat alam menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap material sintetis yang sulit terdegradasi. Serat rami merupakan salah satu serat alam yang memiliki potensi besar sebagai penguat komposit karena memiliki kandungan selulosa tinggi, ringan, serta memiliki kekuatan mekanik yang baik. Namun, pemanfaatan serat rami masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompatibilitas antara permukaan serat yang bersifat hidrofilik dengan matriks polimer. Kondisi tersebut menyebabkan ikatan antarmuka antara serat dan matriks kurang optimal sehingga kemampuan transfer tegangan menjadi rendah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas antarmuka adalah perlakuan alkalisasi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi NaOH dan lama waktu alkalisasi terhadap sifat mekanik komposit serat rami bermatriks Polylactic Acid (PLA). Variabel bebas yang digunakan adalah konsentrasi NaOH sebesar 5%, 10%, dan 15%, serta lama waktu alkalisasi selama 2, 3, dan 4 jam. Serat rami yang telah dipotong dengan panjang kurang dari 1 cm direndam dalam larutan NaOH sesuai variasi perlakuan, kemudian dicuci hingga netral dan dikeringkan. Komposit disintesis menggunakan metode hot press pada suhu 140°C selama 15 menit dengan komposisi 40% serat rami dan 60% PLA. Karakterisasi material dilakukan melalui pengujian tarik, pengujian Bending, dan pengujian densitas. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA dua arah untuk mengetahui pengaruh masing-masing faktor perlakuan.
  • Item type:Item,
    Indeks Kerentanan Tanah di Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan dengan Metode HVSR
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-07-28) Tofa Mus Rockhim
    Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengalami pertumbuhan yang sangat pesat baik di sektor industri maupun permukiman. Namun, secara geologis, wilayah ini memiliki risiko seismik yang patut diwaspadai karena posisinya yang berdekatan dengan struktur aktif Sesar Lekok serta pengaruh dari zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Ancaman gempa bumi ini diperparah oleh variasi kondisi geologi lokal, di mana endapan sedimen permukaan dapat memperkuat guncangan melalui efek batuan dasar ke permukaan (site effect). Meskipun potensi bahayanya nyata, pemetaan detail mengenai tingkat kerentanan tanah secara lokal di seluruh desa di wilayah Pandaan belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal, informasi spasial mengenai karakteristik tanah ini sangat krusial sebagai fondasi utama dalam merumuskan strategi mitigasi bencana seismik dan perencanaan tata ruang yang berbasis keselamatan. Penelitian ini menerapkan metode geofisika non-destruktif berbasis pemantauan getaran alami bumi, yaitu analisis Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) menggunakan data microtremor. Pengambilan data lapangan dilakukan di 20 stasiun pengamatan yang tersebar di seluruh desa/kelurahan di Kecamatan Pandaan. Pengukuran ambien ini menggunakan instrumen seismograf tiga komponen TDS 303-S dengan durasi perekaman selama 30 menit per titik. Data sinyal gelombang yang diperoleh kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy berdasarkan standar internasional SESAME Project. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak parameter gelombang berupa nilai frekuensi dominan (𝑓0) dan faktor amplifikasi (𝐴0). Dari parameter tersebut, nilai indeks kerentanan tanah (𝐾𝑔) dihitung untuk melihat tingkat risiko kerusakan struktural, sementara klasifikasi jenis tanah lokal (Site Class) ditentukan berdasarkan nilai periode dominan (Tdom) merujuk pada kerangka kerja Zhao dkk. (2004).
  • Item type:Item,
    Analisis Mekanisme Fokus dan Distribusi Percepatan Tanah Maksimum untuk Pemetaan Bahaya Seismik di Kabupaten Gresik
    (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2026-07-30) Mochamad Tanwiruz Zaman
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada pada pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Interaksi ketiga lempeng tersebut membentuk berbagai struktur tektonik aktif yang berpotensi memicu terjadinya gempa bumi. Kabupaten Gresik sebagai salah satu kawasan strategis di Provinsi Jawa Timur juga dipengaruhi oleh aktivitas tektonik regional, terutama keberadaan Zona Sesar Kendeng dan sistem sesar Rembang– Madura–Kangean–Sakala (RMKS). Selain dipengaruhi oleh keberadaan sumber gempa aktif, besarnya guncangan yang diterima suatu wilayah juga dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai distribusi percepatan tanah maksimum (Peak Ground Acceleration atau PGA) sebagai salah satu parameter penting dalam analisis bahaya seismik. Informasi mengenai distribusi PGA dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam perencanaan bangunan tahan gempa, pengembangan tata ruang berbasis risiko, serta penyusunan strategi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi nilai PGA di Kabupaten Gresik berdasarkan hasil pemodelan ShakeMap pada kejadian gempa bumi tanggal 30 Desember 2024, mengidentifikasi mekanisme fokus gempa, menganalisis distribusi PGA berdasarkan skenario gempa maksimum (Mmax) menggunakan ShakeMap BMKG, menghitung nilai PGA menggunakan tiga model Ground Motion Prediction Equation (GMPE), serta menyusun peta bahaya seismik berdasarkan distribusi PGA yang dihasilkan oleh masing-masing model atenuasi. Penelitian menggunakan data katalog gempa bumi BMKG periode 1950–2025, data mekanisme fokus gempa, data Vs30 yang diperoleh dari United States Geological Survey (USGS), serta data ShakeMap BMKG. Analisis diawali dengan identifikasi kondisi seismisitas wilayah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan analisis mekanisme fokus gempa bumi Gresik tanggal 30 Desember 2024. Selanjutnya dilakukan analisis distribusi PGA berdasarkan ShakeMap BMKG serta penyusunan skenario gempa menggunakan magnitudo maksimum (Mw 6,2) yang mengacu pada magnitudo maksimum Segmen RMKS Tuban-3 berdasarkan PUSGEN. Perhitungan nilai PGA dilakukan pada titik-titik grid yang tersebar di wilayah Kabupaten Gresik menggunakan tiga model GMPE, yaitu Pousse et al. (2005), Cauzzi et al. (2008), dan Shoushtari et al. (2018). Hasil perhitungan kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta distribusi PGA dan peta skenario ShakeMap untuk masing-masing model, kemudian dibandingkan dengan hasil ShakeMap BMKG guna mengevaluasi karakteristik distribusi guncangan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gempa bumi Gresik tanggal 30 Desember 2024 memiliki mekanisme fokus strike-slip yang diindikasikan berasosiasi dengan aktivitas Segmen RMKS Tuban-3. Berdasarkan ShakeMap BMKG, gempa tersebut menghasilkan intensitas maksimum sebesar III MMI dengan distribusi guncangan yang masih terbatas di sekitar wilayah episenter. Pada skenario gempa bermagnitudo Mw 6,2, hasil pemodelan ShakeMap BMKG menunjukkan rentang PGA sebesar 3–28 %g dengan intensitas maksimum mencapai VI–VII MMI. Hasil perhitungan menggunakan ketiga model GMPE menunjukkan adanya perbedaan estimasi nilai PGA sebagai akibat dari karakteristik empiris masing-masing model. Model Pousse et al. (2005) menghasilkan estimasi PGA yang relatif lebih rendah, Cauzzi et al. (2008) menghasilkan nilai menengah, sedangkan Shoushtari et al. (2018) memberikan estimasi PGA tertinggi. Meskipun demikian, ketiga model memperlihatkan pola distribusi spasial yang serupa, yaitu nilai PGA tertinggi berada di sekitar sumber gempa dan mengalami penurunan secara bertahap seiring bertambahnya jarak dari episenter akibat proses atenuasi gelombang seismik. Hasil perbandingan antara peta skenario ShakeMap yang dibangun menggunakan ketiga model GMPE dengan ShakeMap BMKG menunjukkan bahwa model Pousse et al. (2005) menghasilkan pola distribusi guncangan yang paling mendekati hasil pemodelan BMKG, sedangkan model Shoushtari et al. (2018) memberikan prediksi guncangan paling besar dengan cakupan wilayah intensitas tinggi yang lebih luas. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan model atenuasi berpengaruh terhadap estimasi distribusi percepatan tanah maksimum sehingga perlu disesuaikan dengan karakteristik sumber gempa dan kondisi wilayah penelitian. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki potensi mengalami guncangan gempa yang signifikan apabila terjadi gempa dengan magnitudo yang lebih besar pada sumber gempa aktif di sekitarnya. Peta distribusi PGA dan peta skenario ShakeMap yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi salah satu referensi ilmiah dalam pengembangan kajian bahaya seismik, mendukung penyusunan kebijakan mitigasi bencana, serta menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap gempa bumi di Kabupaten Gresik.