Show simple item record

dc.contributor.authorFirman Noor Gamma
dc.date.accessioned2013-12-09T03:20:13Z
dc.date.available2013-12-09T03:20:13Z
dc.date.issued2013-12-09
dc.identifier.nimNIM061610101014
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/6533
dc.description.abstractDensitas atau kepadatan tulang merupakan banyaknya massa tulang per unit volume tulang. Densitas tulang dapat mengalami penurunan sehingga tidak mampu menahan tekanan yang mengakibatkan patah atau fraktur. Penurunan densitas dapat disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah usia. Peristiwa tersebut dapat diatasi dengan cara memperbaiki asupan nutrisi. Salah satu asupan nutrisi yang dapat dikonsumsi adalah susu kedelai. Susu kedelai banyak mengandung bahan yang berperan dalam pembentukan tulang, seperti protein (asam amino dan isoflavon), karbohidrat, vitamin, dan mineral (kalsium dan fosfor). Susu kedelai dapat dibuat dari banyak varietas, salah satunya varietas kedelai lokal Baluran. Kedelai lokal memiliki beberapa keunggulan diantaranya murah, mudah diperoleh, pengolahan lebih mudah dan cepat. Penambahan madu (madu kopi) pada susu kedelai diharapkan dapat membantu meningkatkan densitas tulang, sebab madu juga mengandung banyak zat gizi seperti protein (enzim), karbohidrat, dan vitamin. Kandungan tersebut diduga dapat bersifat akumulatif dan saling bersinergi dengan kandungan dalam susu kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui densitas tulang panjang tikus wistar jantan setelah pemberian susu kedelai dan madu lokal. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dan Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surabaya. Rancangan penelitian The post only control group design. Penelitian ini, dibagi menjadi kelompok kontrol (K) dan tiga kelompok perlakuan (P). Sampel yang digunakan yaitu tikus putih galur wistar jantan (Rattus norvegiccus) sebanyak 20 ekor, dengan pembagian tiap kelompok terdiri dari lima ekor tikus sesuai kriteria sampel yang telah ditentukan. Penimbangan berat badan tikus dilaksanakan setiap hari untuk konversi dosis pemberian saline, susu kedelai lokal, susu kedelai madu lokal, dan madu, yaitu 0,004 ml/gram BB. Kelompok perlakuan diberi susu kedelai lokal, susu kedelai madu lokal, dan madu dengan sondase lambung dua kali sehari. Setelah 40 hari, tikus dieustasi dan dilakukan pengukuran nilai densitas menggunakan densitometer. Hasil yang diperoleh adalah nilai berupa rata-rata absorbsi sinar yang diterima setiap kelompok, dengan perincian untuk kelompok K=1,18; P =0,93; P 2 viii 1 =0,72. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan pada setiap kelompok, nilai absorbsi sinar-x yang semakin kecil menandakan nilai densitas tulang yang semakin besar. Data kemudian dianalisa dengan uji homogenitas dan normalitas, dengan hasil yang didapat data telah normal dan homogeny. Kemudian dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil yang diperoleh adalah nilai p=0,004 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minimal satu pasang kelompok yang berbeda antara susu kedelai lokal, susu kedelai madu lokal, dan madu. Uji dilanjutkan untuk mengetahui kelompok yang memiliki perbedaan dengan uji Multiple Comparisons. Hasil yang didapat menunjukkan kelompok susu kedelai dan madu lokal memiliki perbedaan dengan kelompok lain. Nilai yang diperoleh menunjukkan densitas tulang kelompok susu kedelai dan madu lokal paling baik daripada kelompok lainnya. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kandungan zat gizi dalam susu kedelai yang dibutuhkan untuk metabolisme tulang seperti isoflavon, asam amino, kalsium, fosfat, dan vitamin lebih banyak dibandingkan dengan kelompok lain. Kandungan gula dan enzim dalam madu dapat mempercepat proses metabolisme tulang yang menyebabkan densitas tulang menjadi lebih meningkat. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan pemberian susu kedelai dan madu lokal dapat meningkatkan densitas tulang panjang tikus wistar jantan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries061610101014;
dc.subjectSusu Kedelai, Madu Lokal .en_US
dc.titlePENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI DAN MADU LOKAL TERHADAP DENSITAS TULANG PANJANG TIKUS WISTAR JANTANen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record