Show simple item record

dc.contributor.authorHalimatus Sa’diyah
dc.date.accessioned2015-09-01T02:33:12Z
dc.date.available2015-09-01T02:33:12Z
dc.date.issued2015-09-01
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/63284
dc.descriptionInfo lebih lanjut hub: Lembaga Penelitian Universitas Jember Jl. Kalimantan No.37 Telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818 Jemberen_US
dc.description.abstractTanaman singkong (Manihot esculenta Crantz), di Indonesia, merupakan sumber karbohidrat ketiga dan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Ekstensifikasi budidaya singkong dilakukan dengan memanfaatkan lahan marjinal, diantaranya lahan dengan kadar garam NaCl tinggi (lahan salin). Selain itu, saat ini garam juga mulai mencemari lahan non pesisir yang tadinya subur. Hal ini menimbulkan ancaman serius karena dapat mengurangi produktivitas pertanian. Dalam rangka memanfaatkan lahan salin di pesisir maupun mengatasi lahan yang tercemar garam, dibutuhkan varietas-varietas yang memiliki toleransi terhadap garam (NaCl). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi varietas yang toleran terhadap cekaman garam, dengan mengamati respon morfologinya. Hasil pelitian menunjukkan bahwa Semakin tingggi kadar garam, maka makin banyak tanaman singkong yang layu dan mati. Hanya V15 yang tahan pada kondisi kadar garam 30 ppm. Selain itu, V3 (Adira 1), V9 (CMM99008-3), V17 (varietas lokal dari peisisr situbondo) dan V18 (varietas lokal dari pesisir pantai di Jember) terindikasi sebagai varietas yang jumlah akarnya adaptif terhadap lingkungan yang salin. Kata kunci : singkong, morfologi, cekaman garamen_US
dc.publisherFak. Pertanian'14en_US
dc.relation.ispartofseriesPemula;181
dc.subjectsingkongen_US
dc.subjectmorfologien_US
dc.subjectcekaman garamen_US
dc.titleANALISIS KUANTITATIF KARAKTER MORFOLOGI SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) TOLERAN CEKAMAN NaClen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record