Show simple item record

dc.contributor.authorWandari Ayu, Vika
dc.contributor.authorPrihatmini, Sapti
dc.contributor.authorSamsudi
dc.date.accessioned2014-05-08T06:58:54Z
dc.date.available2014-05-08T06:58:54Z
dc.date.issued2013
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/57595
dc.description.abstractKejahatan tindak pidana narkotika tidak hanya mengincar orang dewasa, tetapi juga mengincar anak-anak. Mereka mengkonsumsi narkotika sebagai obat penguat atau untuk daya tahan tubuh mereka pada saat beraktifitas, tujuannya agar tidak mudah lemas dan tidak mudah terserang penyakit, anak-anak mencoba mengikuti gaya hidup di masyarakat dengan cara ikut mengkonsumsi barang haram. KUHAP membedakan upaya hukum biasa dan luar biasa, dimana upaya hukum biasa adalah pemeriksaan tingkat banding dan kasasi. Upaya hukum luar biasa adalah pemeriksaan tingkat kasasi demi kepentingan hukum dan peninjauan kembali putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap. Upaya hukum pada peninjuan kembali putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap terdapat adanya bukti baru (novum) yang dihadirkan oleh terpidana, karena terpidana tersebut kurang puas dengan vonis penjutuhan pidana mati terhadapnya sehingga terpidana tersebut melakukan upaya hukum.en_US
dc.publisherUNEJen_US
dc.relation.ispartofseriesArtikel Ilmiah Mahasiswa;
dc.subjectNarkotikaen_US
dc.subjectPeninjauan Kembalien_US
dc.titleANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PEMIDANAAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DARI PIDANA MATI MENJADI PIDANA PENJARA DALAM WAKTU TERTENTU (PUTUSAN MA NOMOR: 45 PK/Pid.Sus/2009)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

  • SRA-Law [296]
    Koleksi Artikel Hasil Penelitian Mahasiswa S1 Bidang Hukum (FH)

Show simple item record