Show simple item record

dc.contributor.authorLailiatul Khoiriyah
dc.date.accessioned2013-12-05T03:18:11Z
dc.date.available2013-12-05T03:18:11Z
dc.date.issued2013-12-05
dc.identifier.nimNIM060210193091
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4534
dc.description.abstractSektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting di dalam menunjang perekonomian nasional. Pentingnya padi dalam perekonomian Indonesia sebagai sumber utama bahan pangan merupakan hal pokok di mana tidak seorangpun yang menyangsikannya. oleh karena itu, setiap faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya sangat penting diperhatikan, salah satunya adalah hama dan penyakit. Hama wereng coklat secara langsung merusak tanaman padi karena nimfa dan imagonya mengisap cairan sel tanaman sehingga tanaman kering dan akhirnya mati. Wereng coklat dapat menyebabkan penyakit hopperburn, Hopperburn adalah gejala pada tanaman yang terserang wereng dengan penampakan tanaman kering seperti terbakar (Pracaya, 2005). Akhir-akhir ini, Wereng coklat mengancam pertanian di daerah Jawa Timur khususnya di daerah Jember hama wereng coklat menyerang lahan pertanian sekitar 600 hektare (Fahlevy, 2010). Penggunaan varietas juga harus dipertimbangkan, sehingga pada penelitian ini menggunakan varietas IR 64 karena Varietas IR 64 merupakan varietas yang banyak ditanam oleh petani-petani di daerah Jember karena varietas ini merupakan varietas yang mempunyai durabel resisten yang mampu menghambat perubahan wereng coklat ke tipe baru lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan densitas wereng coklat (Nilapharvata lugens L.) terhadap kerusakan daun dan biomassa pada tanaman padi (Oryza sativa L.)varietas IR 64. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember. Penelitian ini di laksanakan pada akhir bulan maret 2011 sampai akhir bulan Mei 2011. Dalam penelitian ini parameter yang vi di uji berupa kerusakan pada daun dan biomassa tanaman padi varietas IR 64 yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu 20 ekor wereng coklat, 30 ekor wereng coklat, 40 ekor wereng coklat, 50 ekor wereng coklat, dan 60 ekor wereng coklat pada satu rumpun (4 tanaman) tanaman padi varietas IR 64. Pengamatan di lakukan setiap seminggu sekali. Data yang di peroleh akan di analisis secara statistik dengan menggunakan tingkat serangan (kerusakan daun) dan ANOVA (biomassa tanaman). Jika terdapat hasil yang signifikan antar perlakuan di lanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan derajat kemaknaan 95% (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis data yang di peroleh tentang pengaruh perbedaan densitas wereng coklat terhadap kerusakan daun dan biomassa tanaman padi varietas IR 64 didapatkan bahwa serangan terendah terletak pada P dengan densitas sebanyak 20 ekor wereng coklat dengan tingkat kerusakan daun 46 % (ringan) serta biomassa tertinggi 1,60 gram, dan serangan tertinggi terletak P vii 1 dengan densitas sebanyak 60 ekor wereng coklat dengan tingkat kerusakan 68 % (berat) dengan biomassa terendah 0,19 gram. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin banyak populasi wereng coklat maka tingkat kerusakan daun semakin tinggi. Dan semakin banyak populasi wereng coklat tingkat serangan wereng coklat semakin besar sehingga biomassa tanaman padi akan semakin rendah (kecil).en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries060210193091;
dc.subjectKERUSAKAN DAUN DAN BIOMASSA TANAMAN PADIen_US
dc.titlePERBEDAAN DENSITAS WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens L.) TERHADAP KERUSAKAN DAUN DAN BIOMASSA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS IR 64en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record