Show simple item record

dc.contributor.authorNINING PURNAMANINGSIH
dc.date.accessioned2014-01-28T03:55:50Z
dc.date.available2014-01-28T03:55:50Z
dc.date.issued2014-01-28
dc.identifier.nimNIM080820201018
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/26179
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul Analisis Integrasi Wilayah Secara Ekonomi Dan Spacial Di Kota Kediri Dan Kabupaten Kediri Tahun 1999 – 2008 “ , bertujuan untuk mengetahui peranan Kota Kediri sebagai pusat pertumbuhan terhadap daerah-daerah hinterlandnya dan hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi di Kota terhadap Kabupaten Kediri serta untuk mengetahui hubungan integrasi ekonomi antara Kota Kediri dan Kabupaten.Kediri. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian diskriptif dan pengambilan sample dengan menggunakan Purposive Random Sampling: pengambilan sample secara sengaja dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Hal ini terkait dengan Kabupaten Kediri meliputi 23 Kecamatan ( diambil 4 Kecamatan yang merupakan hinterland ). Sedang Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan diambil semua. Metode analisis yang digunakan adalah Analisa Shift Share, Kausalitas Granger, Analisa Gravitasi. Hasil Analisis menunjukkan bahwa pergeseran total pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Kabupaten dan Kota Kediri yang disebabkan komponen pertumbuhan proporsional dan persentase perubahan PDRB dan komponen pertumbuhan pangsa wilayah menunjukkan bahwa Kota Kediri ( lambat ) – Kabupaten Kediri ( maju ) – Gabungan Kota dan Kabupaten Kediri ( maju ). Dari analisa regresi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung serta melalui lag waktu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kota. Tetapi pertumbuhan ekonomi Kota tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung serta setelah sekian periode lag akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kabupaten. Dalam analisis Gravitasi hubungan antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya dipersamakan dengan hubungan antara massa-massa wilayah yang mempunyai daya tarik sehingga terjadi saling mempengaruhi (interaksi) antar daerah sebagai perwujudan kekuatan tarik menarik antar daerah. Pusat pertumbuhan kota Kediri mempunyai daya tarik yang kuat terhadap daerah belakangnya terutama bagi daerah yang mempunyai jarak cukup dekat dengan pusat pertumbuhan. Adapun untuk nilai yang terbentuk pertahunnya pada setiap wilayah hinterland cenderung mengalami peningkatan secara terus menerus. Daerah hinterland di kota Kediri yang mempunyai interaksi (daya tarik) yang paling kuat dengan pusat pertumbuhan adalah Kecamatan Wates dengan nilai indeks gravitasi tertinggi sebesar 896,296,135.90 yang terjadi pada tahun 2008, sedangkan daerah yang mempunyai interaksi terendah terhadap pusat pertumbuhan adalah Kecamatan Grogol dengan nilai indeks gravitasi sebesar 38,003,080.56 yang terjadi pada tahun 2004.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080820201018;
dc.subjectIntegrasi Wilayah, Pusat Pertumbuhan , Wilayah Hinterlanden_US
dc.titleANALISIS INTEGRASI WILAYAH SECARA EKONOMI DAN SPACIAL DI KOTA KEDIRI DAN KABUPATEN KEDIRIen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record