Show simple item record

dc.contributor.authorDidit Dwilala
dc.date.accessioned2014-01-20T00:19:41Z
dc.date.available2014-01-20T00:19:41Z
dc.date.issued2014-01-20
dc.identifier.nimNIM000110301079
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/17752
dc.description.abstractKashmir merupakan daerah yang terletak di antara India dan Pakistan. Daerah ini terkenal akan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Tanahnya yang subur, sungai-sungai yang mengalir sepanjang tahun dan adanya kandung mineral membuat daerah ini menjadi sumber konflik India dan Pakistan. Konflik ini berawal ketika India dan Pakistan resmi berpisah sejak diumumkannya kemerdekaan kedua belah pidak pada tahun 1948. Pemisahan ini membawa dampak yang berkepanjangan yaitu mengenai daerah perbatasan, terutama daerah Kashmir yang subur. Pada mulanya Kasmir menginginkan menjadi negara yang merdeka, tidak memihak India dan Pakistan. Keadaan ini berubah kertika Pakistan mulai mengadakan infasi kepada Kashmir. Hal ini dilakukan karena keinginan Pakistan menguasai Kashmir yang subur dan ketergantungan pada Sungai Indus yang mata airnya mengalir melalui Kashmir. Serangan yang dilancarkan oleh Pakistan membuat Kashmir meminta bantuan kepada India dan memproklamirkan daerah Kashmir menjadi bagian dari India. Pernyataan ini membuat India berusaha melindungi Kashmir dari gangguan Pakistan maupun pihak luar. Bersatunya Kashmir ke wilayah India membuat pemerintah India melakukan hal-hal yang memancing emosi Pakistan. India memberlakukan pungutan pajak kepada Pakistan apabila ingin menggunakan aliran sungai Indus. Pungutan pajak yang tinggi membuat Pakistan ingin menguasai wilayah Kashmir dan sungai Indus secara utuh. Keinginan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kontak senjata yang terus menerus. Pergolakan semakin memuncak ketika tahun 1990 pemerintah India mengerahkan pasukannya di Kashmir dalam rangka menganggulangi pemberontakan di Kashmir. Pemberontakan ini dilakukan oleh gerakan militan yang menamakan Jammu Kashmir Liberation Front (JKLF). Terbentuknya JKLF ini dilatarbelakangi oleh kebijakan yang dilakukan oleh India yang beragama Hindu. Mereka menginginkan adanya kemerdekaan untuk menjadi negara sendiri. Pemberontakan 67 68 yang terjadi di Kashmir ini membuat India marah. India juga menuduh Pakistan ikut terlibat dalam pembentukan JKLF dan membantu setiap pemberontakan yang terjadi di Kashmir. Tudingan ini membuat Pakistan marah dan melakukan kontak senjata dengan menyerang wilayah perbatasan India. Menghadapi serangan ini India juga mempersiapkan diri dengan menghadang serangan Pakistan di daerah perbatasan. Peperangan pada tahun 1990 merupakan awal dari pergolakan yang terjadi antara India dan Pakistan yang menimbulkan dampak yang luar biasa bagi dunia. Peperangan yang terjadi dalam memperebutkan Kashmir membuat Pakistan dan India mempersiapkan diri dalam melakukan penyerangan. Hampir 40 % dari pendapatan per kapita kedua negara dipersiapkan untuk membeli persenjataan dan memperkuat militer. Anggaran militer Pakistan lebih sedikit dibandingkan dengan India. Hal ini disebabkan faktor sumber daya alam dan pendapatan yang dimiliki oleh Pakistan sedikit. Keadaan ini dipengaruhi oleh keadaan alam Pakistan yang tidak subur dan tidak produktif. Kekurangan ini tidak membuat Pakistan berdiam diri dan terus melakukan upaya untuk memperkuat militer mereka. Persaingan dalam memperkuat kekuatan militer terus dilakukan oleh kedua belah pihak, salah satunya adalah perkembangan tehnologi persenjataan. India dan Pakistan saling bahu-membahu membangun industri-industri persenjataan dan lembaga-lembaga penelitian yang mampu menghasilkan senjata. Hal ini dapat dilihat dari upaya India dalam mengelola atom dan uranium yang banyak terkandung di India dengan mendirikan sebuah lembaga penelitian. Lembaga penelitian ini dinamakan Defense Research Development Organization (DRDO). Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan militer dari India. Pada perkembangannya DRDO memiliki 47 laboratorium dan perusahaan ditambah yang dimiliki oleh negara bagian. Lembaga penelitian ini diperkirakan menampung kurang lebih 2500 orang ilmuwan di India. Mereka bekerja keras dalam menciptakan persenjataan yang mampu meningkatkan kekauatan militer India. Usaha ini ternyata mampu mengahsilkan sejumlah peralatan perang seperti tank, pesawat tempur, senjata-senjata ringan dan nuklir. Keberhasilan India mendirikan lembaga penelitian persenjataan membuat 69 Pakistan ingin melakukan hal yang sama yaitu mendirikan Pakistan Aeronautical Complex (PAC) di Kamra. PAC memiliki empat pabrik yang lebih spesifik dalam membuat persenjataan bagi Pakistan. Keempat pabrik itu adalah Aircraft Manufactoring Factory (AMF), Mirage Rebuild Factory (MRF), F-6 Rebuild Factory dan Avionics and Radar Factory (RFAR). Masing-masing pabrik ini mempunyai tugas dan spesialisasi dalam menciptakan persenjataan. AMF bertugas untuk memproduksi pesawat terbang dengan lisensi Namchang Aircraft Manufactoring Company. Mengingat terbatasnya tekhnologi persenjataan membuat kedua negara ini melakukan hubungan dengan luar negeri, terutama negara Eropa, Cina dan Amerika. Negara-negara tersebut dianggap mempunyai kemajuan tekhnologi persenjataan. Hal ini membuat kedua negara ini mengimpor persenjataan dari negara-negara tersebut. India banyak mengimpor persenjataan dari Rusia, Inggris dan Italia. Rusia merupakan negara yang paling mendominasi pengiriman persenjataan bagi India karena mereka bersedia menerima uang kertas. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pakistan yaitu denga mengimpor persenjataan Cina, Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Lebanon, Balarus, Australia, Rusia dan Swedia Persaingan ini terus berkembang dan mencapai puncaknya ketika kedua negara ini melakukan uji coba nuklir. Pada mulanya India melakukan uji coba nukli pada tanggal 11 dan 13 Mei 1998 sebanyak lima kali. Rudal yang diujicobakan adalah rudal Agni yang memiliki daya jangkau 1500-2500 km. Daya jangkau ini mengakibatkan nuklir dapat meledakkan sasaran dalam waktu hanya 4 menit. Rudal lain yang diujikan adalah rudal jarak pendek Privthi yang memiliki daya jangkau 150250 km. Efek ledakan dari dua senjata nuklir India ini dua kali lebih dahsyat dari nuklir milik Amerika yang pernah dijatuhkan oleh Amerika di Hirosima dan Nagasaki. Keberhasilan ini membuat Pakistan melakukan uji coba nuklir juga pada sebanyak enam kali pada tanggal 28 dan 30 Mei 1998 bertempat di bukit Chagai, Balucistan. Rudal yang mereka uji cobakan adalah rudal jarak menengah Ghauri (Haft-1) yang memiliki jangkauan sejauh 1500 km dengan membawa hulu ledak 70 nuklir. Rudal kedua diujicobakan pada tanggal 30 Mei 1998 adalah rudal-rudal jarak pendek seperti Hatf-1, Haft-2 dan M-11 buatan Cina. Rudal-rudal tersebut memiliki jarak tempuh kurang dari 800 km.Pakistan dengan bangga melakukan uji coba nuklir tersebut karena adanya dukungan dari rakyat Pakistan. Konflik dan persaingan persenjataan ini menimbulkan dampak yang luas bagi stabilitas di kawasan Asia Selatan. Dampak itu dapat dilihat dari (1) meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Selatan. Ketegangan ini disebabkan oleh adanya persaingan senjata dan nuklir yang meresahkan negara-negara di kawasan Asia Selatan. (2) meningkatnya pengembangan dan pembelian persenjataan. Pergolakan ini menyebabkan negara-negara Asia Selatan melakukan pengamanan terhadap wilayahnya sendiri. Upaya yang dilakukan yaitu dengan membeli persenjataan yang mampu mengamankan negaranya dari pertempuran yang terjadi di Pakistan dan India. (3) terganggunya hubungan ekonomi. Kehidupan ekonomi di negara-negara Asia Selatan mengalami kemunduran karena hubungan dengan negaranegara di dunia memutuskan hubungan mengingat keadaan yang tidak stabil. Selain itu juga hasil produksi mengalami penurunan karena mereka hanya memikirkan kekutan militer guna memperoleh keamanan di dalam negaranya.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries000110301079;
dc.subjectkonflik India _pakistan, perebutan wilayah Khasmiren_US
dc.titleKONFLIK INDIA-PAKISTAN DALAM PEREBUTAN WILAYAH KASHMIR TAHUN 1990-1998 ( Studi Kasus Persaingan Bidang Militer)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record