Show simple item record

dc.contributor.authorDestycia Kusumastuti
dc.date.accessioned2014-01-13T05:53:22Z
dc.date.available2014-01-13T05:53:22Z
dc.date.issued2014-01-13
dc.identifier.nimNIM042110101067
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/14142
dc.description.abstractBayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengancam kualitas generasi penerus bangsa karena bayi yang lahir dengan BBLR memiliki risiko lebih besar untuk mengalami degradasi mental dan penurunan IQ serta lebih rawan terkena berbagai macam penyakit pada masa pertumbuhannya. Pencegahan bertambahnya prevalensi BBLR di masyarakat harus dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kualitas kehamilan ibu. Masa hamil merupakan masa yang rentan karena pada saat itu tubuh ibu mengalami perubahan metabolisme dalam rangka penyesuaian atas kehadiran janin dalam tubuhnya. Masalah kesehatan yang sering muncul pada masa kehamilan adalah anemia dan kurang energi kronis (KEK). Kedua masalah tersebut muncul akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dengan asupan makanan. Anemia dan KEK pada kehamilan dapat mengganggu pembentukan plasenta sehingga berpengaruh pula terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin serta memperbesar risiko bayi lahir dengan BBLR. Atas dasar itulah maka penelitian ini dilakukan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara status anemia dan KEK pada ibu hamil dengan berat badan lahir bayi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember yang mencakup 12 desa. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil akhir trimester III sebanyak 50 orang. Sampel dipilih dengan simple random sampling dengan kriteria inklusi. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Data juga diperoleh dari hasil pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat elektrik Nihon Kohden, pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dengan menggunakan pita LILA untuk mengetahui status KEK responden dan pencatatan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah Cramer Coefficient C dengan α=0,05 dan Lambda Statistic L dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang berada pada rentang B umur 20-35 tahun adalah sebesar 76%. Sebesar 46% responden memiliki persebaran gravida yang sebagian besar merupakan kehamilan pertama dan sebaran paritasnya adalah 0. Jarak kelahiran anak pada 96,3% responden adalah > 36 bulan. Sebesar 68% responden memeriksakan kehamilan sebanyak 4 kali selama masa kehamilan. Responden yang menderita anemia sebesar 38% dan sebesar 62% tidak menderita anemia. Responden yang termasuk dalam kelompok risiko KEK sebesar 40% dan sebesar 60% tidak termasuk dalam kelompok risiko KEK. Responden yang melahirkan bayi dengan berat badan normal sebesar 90% dan sebesar 10% melahirkan bayi dengan BBLR. Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil bahwa ada hubungan antara status anemia dengan berat badan bayi pada ibu hamil trimester III dengan nilai p = 0,003. Begitu pula dengan status KEK dengan berat badan lahir bayi pada ibu hamil trimester III diketahui memiliki hubungan dengan p = 0,004. Diharapkan ada peningkatan penyuluhan tentang anemia, kurang energi kronis, BBLR dan pengetahuan mengenai gizi kepada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kalisat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lain yang mempengaruhi terjadinya anemia dan KEK pada ibu hamil seperti faktor asupan makanan, faktor penyakit infeksi yang diderita ibu, serta determinan yang lain sehingga informasi yang didapat bisa saling melengkapi.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries042110101067;
dc.subjectbayi, BBLR, gizien_US
dc.titleHubungan Anemia dan KEK pada Ibu Hamil Akhir Trimester III dengan Berat Badan Lahir Bayi (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember)en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record