Show simple item record

dc.contributor.authorHafrizdha Chandra Yuvita
dc.date.accessioned2013-12-27T03:02:59Z
dc.date.available2013-12-27T03:02:59Z
dc.date.issued2013-12-27
dc.identifier.nimNIM080210193034
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/13295
dc.description.abstractModel POE (predict-observe-explain) merupakan salah satu model belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, membantu siswa membentuk pengetahuannya pertama-tama melalui indera. Kegiatan pembelajaran ini meliputi melihat, mendengar, menjamah, membau, dan merasakan tentang suatu masalah, yaitu melakukan dugaan (prediction), membuat observasi (observation), serta membuat penjelasan (explanation). Model pembelajaran POE dengan performance assessment adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan rangkaian tahap-tahap kegiatan fase serta performance assessment yang diorganisir sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif dalam kegiatan eksperimen serta ketrampilan siswa dalam menentukan pengetahuan secara bermakna serta mengaitkan antara pengetahuan lama dengan pengetahuan baru dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap performance assessment siswa SMPN 1 Arjasa Jember, (2) mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dengan performance assessment terhadap hasil belajar siswa SMPN 1 Arjasa Jember. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental pendidikan. Subjek penelitian adalah adalah siswa kelas VII A dan VII B SMPN 1 Arjasa Jember. Kelas VII B adalah kelas eksperimen dengan penerapan model POE dengan performance assessment sedangkan kelas VII A adalah kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari semester genap vii tahun ajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, tes, dan wawancara. Adapun parameter yang diukur adalah performance assessment (penilaian kinerja) dan hasil belajar siswa. Hasil belajar diwujudkan dalam bentuk nilai pre-test, dan post-test. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Kovarian (Anakova) untuk menguji hasil belajar, sedangkan analisis yang digunakan untuk menguji performance assessment (penilaian kinerja) siswa adalah uji t (independent sample t test). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar siswa yang signifikan di kelas eksperimen (VII B). Secara klasikal, keaktifan siswa kelas eksperimen memiliki rerata selisih yang lebih tinggi (77,78) dibandingkan dengan rerata selisih kelas kontrol (69,25). Hasil analisis menggunakan uji t (independent sample t test) menunjukkan nilai probabilitas P < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan perlakuan yang signifikan terhadap nilai keaktifan siswa. Aspek kognitif berupa nilai pre-test, dan post-test. Rerata selisih nilai pre-test dan post-test antara siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rerata selisih siswa kelas kontrol. Selanjutnya, hasil analisis terhadap nilai pre-test dan post-test menunjukkan nilai signifikansi P < 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh model POE dengan performance assessment terhadap aspek kognitif.. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan POE dengan performance assessment dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil aktivitas siswa kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan aktivitas siswa kelas kontrol.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries080210193034;
dc.subjectPengaruh Model POEen_US
dc.titlePengaruh Model POE (Predict-Observe-Explain) dengan Performance Assessment terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Arjasa Jemberen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record