Show simple item record

dc.contributor.authorPratiwi Anggraeni
dc.date.accessioned2013-12-24T03:59:51Z
dc.date.available2013-12-24T03:59:51Z
dc.date.issued2013-12-24
dc.identifier.nimNIM070210191023
dc.identifier.urihttp://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12189
dc.description.abstractMateri segi empat adalah salah satu materi yang diberikan di kelas VII SMP dalam kurikulum KTSP. Untuk materi segi empat, standar kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum KTSP adalah memahami konsep segi empat dan segitiga serta menentukan ukurannya. Sedangkan kompetensi dasarnya ada 2 macam yaitu (1) Mengidentifikasi sifat-sifat persegipanjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang, (2) Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah. Materi pembelajaran yang dipilih dalam penelitian ini terbatas pada materi segi empat pokok bahasan persegipanjang dan persegi. Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui proses pengembangan perangkat pembelajaran matematika Realistic Mathematics Education (RME) pada pokok bahasan persegipanjang dan persegi di kelas VII, (2) menghasilkan perangkat pembelajaran matematika Realistic Mathematics Education (RME) pada pokok bahasan persegipanjang dan persegi di kelas VII yang baik. Terkait dengan hal itu akan disertakan pula (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, (2) aktivitas siswa selama pembelajaran, (3) respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran, dan (4) tes hasil belajar siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah: (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) Buku Siswa, (3) Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Berdasarkan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. a. Pengembangan perangkat pembelajaran matematika Realistic Mathematics Education (RME) pokok bahasan persegipanjang dan persegi di kelas VII menggunakan Model 4-D yang dimodifikasi diawali dengan tahap pendefinisian. Tahap ini meliputi 5 langkah pokok, yaitu 1) analisis awalakhir; 2) analisis siswa; 3) analisis materi; 4) analisis tugas dan 5) spesifikasi indikator pembelajaran. Selanjutnya adalah tahap perencanaan (Design), Dalam tahap ini terdapat empat kegiatan desain yaitu 1) penyusunan tes; 2) ix pemilihan media; 3) pemilihan format; 4) desain awal. Tahap berikutnya adalah tahap pengembangan. Tujuan dari tahap pengembangan adalah untuk menghasilkan draft perangkat pembelajaran yang telah direvisi berdasarkan masukan dari para ahli dan data yang diperoleh dari uji coba. Kegiatan pada tahap ini adalah penilaian para ahli dan uji coba lapangan. Tahap terakhir adalah penyebaran (disseminate), tahap Disseminasi dalam penelitian ini dilakukan dalam Seminar Nasional Matematika yang diadakan oleh FKIP Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Jember. Penyebaran terbatas pada pemaparan hasil perangkat yang telah di uji cobakan. Peneliti bertindak sebagai pemakalah dalam seminar tersebut. b. Hasil pengembangan yang diperoleh adalah perangkat pembelajaran matematika Realistic Mathematics Education (RME) Pada Pokok Bahasan Persegipanjang dan Persegi di Kelas VII yang dikategorikan baik. Perangkat dikatagorikan baik apabila perangkat pembelajaran telah memenuhi kriteria valid, memenuhi kriteria efisien, dan memenuhi kriteria efektif. Sehingga perangkat pembelajaran yang dihasilkan mengalami sedikit revisi atau tanpa revisi. Hasil uji kevalidan, efisien, dan keefektifan prototipe akhir instrumen adalah sebagai berikut. 1) Uji kevalidan perangkat pembelajaran diperoleh melalui validasi perangkat pembelajaran (RPP, buku siswa, LKS, dan THB) oleh 3 ahli. Hasil penilaian secara umum para ahli terhadap perangkat pembelajaran adalah baik dan dapat digunakan dengan revisi sedikit. Dari hasil validasi diperoleh perangkat pembelajaran telah mencapai kriteria kevalidan. 2) Kriteria kualitas perangkat pembelajaran yang kedua yaitu kriteria efisiensi. Perangkat pembelajaran dikatakan efisien apabila dalam ujicoba lapangan didapat data kemampuan guru mengelola pembelajaran dikategorikan baik, dan aktivitas siswa dikategorikan baik. Dari hasil pengamatan terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran diperoleh perangkat pembelajaran telah mencapai kriteria efisien. x 3) Kriteria yang ketiga yaitu kriteria efektif. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif apabila dalam ujicoba lapangan didapat data respon siswa terhadap pembelajaran yang berorientasi menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dikategorikan positif, tes hasil belajar secara umum telah dikategorikan valid, reliabel, dan sensitif sehingga tujuan pengembangan perangkat tercapai. Dari hasil analisis angket respon siswa dapat disimpulkan bahwa secara umum respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dan komponen perangkat pembelajaran bersifat positif. Tes hasil belajar telah dikategorikan valid, reliabel, dan sensitif. Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa, dan tes hasil belajar diperoleh perangkat pembelajaran telah mencapai kriteria keefektifan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.relation.ispartofseries070210191023;
dc.subjectMatematika Realistic Mathematics Education (RME)en_US
dc.titlePengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistic Mathematics Education (RME) Pada Pokok Bahasan Persegipanjang Dan Persegi Di Kelas VII.en_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record